Sumbawanews.com,- London – Chelsea dikabarkan sedang mematangkan langkah untuk merekrut Granit Xhaka dari Sunderland, sebagai solusi strategis di lini tengah menjelang musim 2026/2027. Pemain berusia 34 tahun itu menjadi pilihan utama pelatih Xabi Alonso, yang sebelumnya pernah bekerja sama dengannya di Bayer Leverkusen, saat tim tersebut meraih gelar Bundesliga dan DFB-Pokal tanpa kekalahan pada musim 2023/2024.
Alonso meyakini pengalaman dan kepemimpinan Xhaka bisa menjadi aset berharga untuk membimbing para pemain muda Chelsea, terutama di tengah kekhawatiran akan kehilangan Enzo Fernández ke Real Madrid. Meski demikian, proses transfer ini tidak mudah. Sunderland, yang menjadikan Xhaka sebagai kapten dan tulang punggung lini tengah, mempertahankannya hingga 2028. Pemain asal Swiss itu juga memainkan peran krusial saat Sunderland finis ketujuh di Premier League musim lalu, memastikan kualifikasi Liga Europa.
Sekalipun Chelsea enggan menggelontorkan dana besar untuk pemain seumur Xhaka, kebutuhan akan stabilitas dan kedalaman di posisi gelandang bertahan membuat klub asal London Barat itu tetap membuka pintu negosiasi. Sunderland, yang baru saja meraih kesuksesan tak terduga di liga, tidak berniat melepaskan pemain kunci mereka dengan mudah—terlebih dengan nilai pasar yang diperkirakan mencapai 20 juta euro.
Dengan kepastian transfer Enzo Fernández yang semakin kabur, Chelsea kini bergerak cepat untuk mengamankan sosok yang bisa memberikan keseimbangan, disiplin taktis, dan pengalaman di level tertinggi—meski bukan lagi di usia emas. Xhaka bukan sekadar pemain, tapi simbol ketenangan di tengah kegaduhan transfer. Dan bagi Chelsea, di musim yang penuh tekanan, ketenangan itu bisa jadi kunci.















