Sumbawanews.com,- Pertandingan sengit antara Persija Jakarta dan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu, 12 September 2026, berakhir dengan kemenangan dramatis 2-1 bagi tuan rumah, setelah sebelumnya dipicu insiden kontroversial yang melibatkan Beckham Putra. Saat pemanasan, pemain Persib itu melakukan gestur menunjuk atribut di lengan jersey, yang dianggap provokatif oleh sebagian suporter Persija. Respons Jakmania langsung memanas: teriakan, ejekan, hingga pagar tribun barat daya roboh. Sebuah gelas plastik berisi air mineral dilempar mendekati Beckham, namun ia justru mengambil dan meminum sisa airnya sebelum pergi ke bangku pemain—tindakan yang menenangkan suasana sementara.
Di atas lapangan, Persija membuka keunggulan pada menit ke-40 lewat Alexander Jeremejeff. Gol itu bermula dari serangan panjang yang dipimpin Denis Kolinger, yang mengirim umpan silang ke kotak penalti, membiarkan Jeremejeff bebas menyundul bola ke gawang Teja Paku Alam. Babak pertama berakhir 1-0 untuk Macan Kemayoran. Persib meningkatkan tekanan di babak kedua, dengan Thom Haye mengirim tendangan bebas yang disambut sundulan Gabriel Mutombo pada menit ke-55, namun Nadeo Argawinata masih mampu mengamankan bola. Peluang berulang datang dari Jeremejeff dan Victor Dethan, sementara Persib mulai mengancam setelah Luka Menalo masuk sebagai pengganti. Menalo nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-70 lewat sundulan yang digagalkan Nadeo, lalu kembali menggetarkan tiang gawang pada menit ke-75 dengan tembakan keras yang melenceng tipis.
Gol penyama kedudukan akhirnya datang pada menit ke-81. Umpan Luka Menalo dimanfaatkan Balsa Sekulic yang melepaskan tembakan terarah dari dalam kotak penalti, membuat skor menjadi 1-1. Namun, di masa tambahan waktu, Ivan Mamut—pemain baru yang baru debut—muncul sebagai pahlawan. Dari sebuah tendangan sudut, ia menyundul bola ke gawang, mengubah skor menjadi 2-1 untuk Persija. Kemenangan ini tidak hanya mengakhiri tren tujuh tahun tanpa kemenangan Persija atas Persib di kandang sendiri, tetapi juga menandai kebangkitan dua striker andalan: Jeremejeff yang konsisten, dan Mamut yang langsung menjadi legenda dalam debutnya.















