Sumbawanews.com,- Barcelona meraih kemenangan 5-2 atas Real Betis dalam lanjutan La Liga pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Sevilla, memperpanjang rekor kemenangan beruntun menjadi 11 pertandingan dan mempertahankan posisi puncak klasemen. Meski menang telak, para pemain dan pelatih mengakui pertahanan tim masih rawan kebobolan, menjadi perhatian utama menjelang laga penting melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions pada Selasa mendatang. Xavi Espart dan Rodri secara terbuka menyoroti ketidakseimbangan antara serangan agresif dan soliditas belakang, sementara Hansi Flick mengonfirmasi tiga pemain belakang—Gerard Martin, Eric Garcia, dan Jules Kounde—mengalami masalah fisik pasca-laga.
Xavi Espart mengakui bahwa meski Barcelona dikenal sebagai tim yang menyerang, kebiasaan kebobolan dalam laga penting tidak bisa diabaikan. “Kami adalah tim yang menyerang, tetapi saya merasa kami masih terlalu sering kebobolan,” ujarnya kepada DAZN. “Kami seharusnya bisa mencatatkan clean sheet dalam pertandingan penting. Terkadang, kami terlalu fokus menyerang sehingga membiarkan pertahanan terbuka. Kami harus meningkatkan pertahanan.” Rodri, yang mencetak satu gol dalam kemenangan ini, menyambut positif hasil pertandingan mengingat Betis bermain kuat di kandang sendiri. “Saya sangat senang dengan kemenangan ini karena ini salah satu stadion tersulit di liga dan Betis sedang dalam performa bagus,” katanya. Namun, ia menekankan bahwa potensi menyerang tim harus diimbangi perbaikan di lini belakang. “Tim selalu menunjukkan potensi menyerangnya, tetapi kami cukup sering kebobolan dan itulah bagian yang bisa kami perbaiki.”
Di sisi lain, pelatih Hansi Flick mengonfirmasi bahwa Gerard Martin, Eric Garcia, dan Jules Kounde mengalami benturan atau cedera fisik setelah pertandingan. Ketiganya akan menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut sebelum laga melawan PSG. Kondisi ini menambah tekanan bagi Barcelona, yang harus menjaga keseimbangan antara produktivitas serangan dan kekuatan pertahanan dalam laga yang menentukan. Meski menunjukkan ketajaman di depan, catatan kebobolan yang masih sering muncul menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa ditunda menjelang ujian Eropa.















