Sumbawanews.com,- Arsenal meraih kemenangan ketiga berturut-turut di Premier League setelah mengalahkan Chelsea 2-1 di Emirates Stadium pada Minggu, 6 September 2026. Kemenangan ini memperkuat posisi The Gunners sebagai satu-satunya tim yang masih sempurna di liga, dengan tiga kemenangan dari tiga laga. Gol-gol Arsenal dicetak oleh Martin Odegaard dan Bukayo Saka, sementara Kai Havertz menyumbang satu assist dalam laga yang menunjukkan kimiawi lini depan yang semakin cair.
Odegaard membuka skor pada menit ke-23, memanfaatkan umpan silang Christos Tzolis yang sengaja dibiarkan lewat oleh Havertz, memungkinkan sang kapten asal Norwegia itu mengambil alih bola dan melesakkan tembakan akurat ke pojok gawang. Saka memperbesar keunggulan Arsenal pada menit ke-57, menyelesaikan serangan cepat setelah menggiring bola dari sisi kanan dan melepaskan tembakan keras di luar kotak penalti. Chelsea memperkecil selisih melalui gol Mason Mount pada menit ke-82, tetapi upaya balasan tak mampu menggoyahkan pertahanan Arsenal yang solid.
Manajer Mikel Arteta memuji sinergi antar pemain di lini depan. “Ketika Anda mulai merasakan chemistry di antara mereka dan melihat apa yang bisa mereka hasilkan, itu sungguh hebat,” ujarnya usai laga. Dalam tiga laga pertama Premier League, Arteta konsisten menurunkan kuartet Saka, Odegaard, Tzolis, dan Havertz. Hasilnya: enam gol yang dicetak Arsenal berasal dari tiga pemain—Odegaard dan Saka masing-masing dua gol, Havertz dua gol, dan Tzolis menyumbang satu assist.
Permainan mereka dinamis: Saka sering bergerak ke tengah dari sayap kanan, Tzolis berpindah sisi, Havertz bergerak ke kanan untuk membuka ruang, dan Odegaard selalu siap maju dari posisi lebih dalam. “Itu adalah dimensi berikutnya. Dimensi lanjutan dalam hal dinamika, ancaman, intensi, dan agresivitas saat menyerang,” tambah Arteta.
Arsenal selanjutnya akan menghadapi debut di Liga Champions pada Kamis, 10 September 2026, pukul 02.00 WIB, melawan tim yang sama—Arsenal—dalam laga yang sebenarnya merupakan kesalahan penulisan dalam sumber. Namun, fakta yang valid adalah bahwa The Gunners akan bertanding di Eropa, dan pertanyaannya kini: apakah kecemerlangan lini depan mereka di Premier League bisa terulang di panggung tertinggi benua biru?















