Sumbawanews.com,- Pemain muda Indonesia All Stars, Arkhan Kaka, mencetak satu-satunya gol timnya dalam laga pramusim melawan Aston Villa di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Meski timnya kalah 1-3, gol yang diciptakan pemain berusia 18 tahun itu menjadi momen bersejarah, yang ia akui lahir dari bekal intensif latihan di bawah arahan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, serta pelatih Timnas U-20, Nova Arianto, dan pelatih Indonesia All Stars, Kurniawan Dwi Yulianto.
Arkhan Kaka, yang membela Persis Solo, mengungkapkan bahwa materi latihan yang diberikan Herdman selama training camp di Bali menjadi kunci utama keberhasilannya membobol gawang klub Premier League itu. Ia menekankan bahwa tidak hanya teknik, tetapi juga pemahaman taktis, kecepatan membaca permainan, dan ketajaman dalam situasi satu lawan satu menjadi fokus utama dalam sesi latihan yang ia jalani. “Saya berterima kasih kepada Coach Herdman. Banyak ilmu, materi latihan, dan berbagai aspek permainan yang beliau berikan kepada saya,” ujar Arkhan usai laga.
Gol Arkhan di menit ke-67 menjadi satu-satunya sorotan positif bagi Indonesia All Stars, yang kalah dari gol-gol Emiliano Buendia, Ross Barkley, dan Brian Madjo untuk Aston Villa. Namun, bagi Arkhan, hasil akhir bukanlah ukuran utama. Ia menilai pengalaman menghadapi tim berlevel Eropa sebagai modal berharga menjelang Kualifikasi Piala Asia U-20. “Ini menjadi bekal yang sangat berharga untuk saya menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-20. Saya senang, tetapi saya tidak akan berhenti sampai di sini,” tegasnya.
Selain Herdman, Arkhan juga menyebut peran penting Nova Arianto dan Kurniawan Dwi Yulianto dalam membentuk mental dan kematangan bermainnya. Ia mengakui bahwa perbedaan kualitas antara lawan biasa di Liga 2 dan Aston Villa sangat besar—mulai dari tempo permainan, kecerdasan taktis, hingga kualitas individu pemain. Pengalaman ini, menurutnya, bukan sekadar pencapaian pribadi, tapi langkah nyata menuju level internasional.
Aston Villa sendiri, yang dipimpin Unai Emery, mengakui bahwa Indonesia All Stars memberikan perlawanan sengit meski kalah. Kiper James Wright bahkan terkejut dengan tingkat permainan tim tuan rumah, sementara Kurniawan Dwi Yulianto menilai bahwa kepercayaan diri pemain Indonesia jauh lebih berharga daripada skor akhir. Arkhan Kaka, dengan golnya, bukan hanya menciptakan momen indah—ia membuktikan bahwa potensi muda Indonesia bisa bersaing, bahkan mencetak sejarah, di panggung dunia.















