Home Berita Nasional Suyudi Lantik Janji Reformasi Polri: Tak Ada Lagi “No Viral No Justice”

Suyudi Lantik Janji Reformasi Polri: Tak Ada Lagi “No Viral No Justice”

Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Suyudi resmi menyandang pangkat Jenderal Polisi setelah menggantikan Listyo Sigit Prabowo, berdasarkan Surat Presiden Nomor R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026. Dalam uji kelayakan di Komisi III DPR sehari sebelum pelantikan, Suyudi menegaskan visinya: Polri harus menjadi institusi yang dekat dengan rakyat, bukan ditakuti. Ia menolak logika “no viral no justice” dan menjanjikan setiap laporan masyarakat akan diverifikasi, ditangani, dan diselesaikan sesuai hukum tanpa menunggu viral di media sosial.

Suyudi menekankan sembilan kegelisahan masyarakat yang harus dijawab Polri, termasuk kepastian laporan, pungutan liar, penyalahgunaan kewenangan, dan transparansi perkara. Ia menegaskan, keberhasilan Polri tidak diukur dari banyaknya operasi atau publikasi, tetapi dari kehadiran nyata saat warga membutuhkan perlindungan. “Humanis tidak berarti permisif terhadap kejahatan. Tegas tidak berarti sewenang-wenang,” ujarnya. Ia juga berkomitmen menghapus praktik titip-menitip, suap, dan rekayasa perkara di internal Polri, serta melarang anggota memeras atau menjadi beking kegiatan ilegal.

Suyudi berjanji akan sering turun ke lapangan bukan untuk pencitraan, melainkan untuk mendengar keluhan anggota dan masyarakat, serta memastikan keputusan dilaksanakan. Ia menargetkan tiga tahap kerja 100 hari pertama: memetakan persoalan, menguji coba perbaikan, lalu memantau hasil. Ia mencontohkan spirit Jenderal Hoegeng Iman Santoso sebagai kompas moral—kejujuran, kesederhanaan, dan integritas—yang harus diwujudkan dalam sistem, bukan sekadar kenangan. Ia juga menekankan penguatan Polres dan Polsek sebagai ujung tombak pelayanan, sambil menyederhanakan struktur yang tumpang tindih.

Suyudi menegaskan, Polri yang berwibawa lahir dari kepercayaan, bukan jarak. Ia menjanjikan perlindungan bagi peserta aksi damai, sementara tindakan kekerasan akan ditangani berdasarkan bukti, bukan asumsi. “Jabatan Kapolri bukan puncak karier, tapi puncak tanggung jawab,” katanya.

Previous articleIndonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2
Next articleFabián Ruiz Jadi Jimat Spanyol, Catat 52 Laga Tak Terkalahkan