Sumbawanews.com,- Peluang Andrea Pirlo melatih timnas Italia terancam serius setelah ia dianggap melanggar etika olahraga dengan menjadi duta merek Fonbet, perusahaan taruhan asal Rusia. Kontroversi ini memicu gelombang kritik dari pejabat pemerintah, organisasi konsumen, dan publik Italia, menyusul kunjungan Pirlo bersama Marco Materazzi ke Moskow pada Mei 2026 untuk acara promosi Fonbet—yang bertepatan dengan konflik militer Rusia di Ukraina. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kini tengah mengevaluasi kelayakan Pirlo sebagai calon pelatih, sementara aturan ketat larangan iklan judi di Italia menjadi dasar utama penolakan terhadap keterlibatannya.
Reaksi keras datang dari berbagai pihak. Pina Picierno, Wakil Presiden Parlemen Eropa, menyatakan bahwa penunjukan Pirlo justru bertentangan dengan kebutuhan Italia akan “revolusi budaya, etika, dan manajerial” di sepak bola. Organisasi perlindungan konsumen Codacons mengancam akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Administratif Regional Lazio untuk mencegah penunjukan Pirlo, sekaligus meminta denda sebesar 20% dari nilai kontrak sponsor jika ia tetap dipilih. Ketua Senat Italia, Ignazio La Russa, juga menyebut keputusan ini sebagai “langkah penuh risiko,” meski menghormati kontribusi Pirlo sebagai pemain.
Menanggapi tekanan publik, Pirlo merilis pernyataan resmi pada 26 Juli 2026 melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa kolaborasinya dengan Fonbet bersifat murni komersial dan olahraga, tanpa dimaksudkan sebagai dukungan politik atau moral terhadap kebijakan Rusia. Pirlo menekankan bahwa selama karier sebagai pemain maupun pelatih, ia selalu menghormati hukum dan kontrak yang ia ikuti, serta menolak segala upaya mengaitkan niat politik yang tidak pernah ia sampaikan. Ia menutup pernyataannya dengan mengatakan, “Cinta untuk Italia tidak bergantung pada jabatan. Itu adalah bagian dari sejarah saya, identitas saya, dan akan terus menemani saya, selalu.”
Kontroversi ini muncul di tengah proses pencarian pelatih baru untuk timnas Italia, setelah Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menolak tawaran tersebut. Paolo Maldini sebagai Direktur Teknik FIGC dan Leonardo sebagai penasihat masih mempertimbangkan kandidat lain, sementara masa depan Pirlo di timnas kini bergantung pada keputusan akhir federasi.















