Home Berita Olah Raga Amerika Serikat Resmi Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2038

Amerika Serikat Resmi Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2038

Sumbawanews.com,- Di tengah gelora Piala Dunia 2026 yang masih berlangsung, Amerika Serikat telah mengambil langkah strategis untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2038. Keputusan ini diumumkan oleh pemerintah AS secara diam-diam namun serius, menandai ambisi jangka panjang negara itu untuk kembali menjadi pusat sepak bola dunia—meski olahraga ini belum menyamai popularitas American football atau basket di dalam negeri.

Jika berhasil, AS akan menjadi negara pertama yang menyelenggarakan Piala Dunia tiga kali dalam sejarah modern, setelah sebelumnya menjadi tuan rumah pada 1994 dan bersama Kanada serta Meksiko pada 2026. Dalam edisi 2026, AS menjadi tulang punggung penyelenggaraan dengan menyelenggarakan 78 dari 104 pertandingan, termasuk final yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey.

FIFA telah menetapkan tuan rumah dua edisi berikutnya: Piala Dunia 2030 akan menjadi kolaborasi historis antara Spanyol, Portugal, dan Maroko, dengan tiga pertandingan pembuka di Uruguay, Argentina, dan Paraguay sebagai penghormatan terhadap 100 tahun penyelenggaraan turnamen ini. Sementara itu, Arab Saudi ditunjuk sebagai tuan rumah 2034, menjadikannya negara Timur Tengah kedua setelah Qatar yang memegang kepercayaan itu.

Namun, peluang AS untuk meraih hak tuan rumah 2038 dinilai sangat terbuka. Infrastruktur olahraga yang sudah mapan, kapasitas stadion raksasa, jaringan transportasi lintas negara, dan kemampuan finansial yang tak tertandingi menjadi modal utama. Selain itu, pertumbuhan pesat liga sepak bola domestik—terutama Major League Soccer (MLS)—dan meningkatnya minat generasi muda terhadap sepak bola menjadi indikator kuat bahwa budaya sepak bola di AS sedang bertransformasi.

Pemerintah AS, melalui Departemen Luar Negeri dan US Soccer Federation, dikabarkan telah memulai konsultasi teknis dengan FIFA sejak awal 2026. Rencananya, AS akan mengusung konsep “multi-kota” yang menyebar di 15 kota besar, termasuk New York, Los Angeles, Chicago, dan Houston, dengan beberapa stadion baru yang sedang direncanakan khusus untuk Piala Dunia.

Tidak seperti edisi sebelumnya yang mengandalkan kekuatan ekonomi semata, AS kali ini menekankan keberlanjutan lingkungan dan inklusivitas sosial sebagai nilai tambah. Rencana penggunaan energi terbarukan di semua venue, transportasi publik gratis bagi penonton, dan program pelatihan pemuda di komunitas minoritas menjadi bagian dari strategi diplomasi olahraga yang lebih modern.

Dengan keberhasilan Piala Dunia 2026 yang mencatat rekor penonton global dan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah, AS kini berada di posisi terdepan untuk menjadi tuan rumah pertama yang menyelenggarakan Piala Dunia tiga kali dalam 44 tahun. Tantangan terbesar bukan lagi soal dana atau fasilitas, melainkan bagaimana mengubah persepsi dunia bahwa sepak bola di Amerika Serikat bukan lagi sekadar eksperimen—tapi sebuah gerakan yang sedang matang.

Previous articleEmpat Peserta SPPI Gugur dalam Latihan Militer, Pemerintah Janji Evaluasi Total
Next articleOyarzabal, Sang Penyamun Gol yang Mengguncang Piala Dunia 2026