Sumbawanews.com,- Alwi Farhan kembali siap bertarung di Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalami keterlambatan pulang dari China Open akibat gangguan cuaca ekstrem. Atlet tunggal putra berusia 21 tahun itu baru tiba di Indonesia pada Selasa, 28 Juli, setelah penerbangan dari Changzhou dibatalkan karena badai taifun, meski ia sudah gugur sejak 22 Juli. Meski terlambat, Alwi langsung kembali berlatih sejak minggu sebelumnya dan menyatakan dirinya siap secara fisik maupun mental untuk mengejar prestasi tertinggi di ajang bergengsi tersebut.
Alwi menjadi salah satu wakil Indonesia di sektor tunggal putra, bersama Jonatan Christie. Ia kembali tampil di Kejuaraan Dunia setelah debut tahun lalu, dengan ambisi kuat untuk mengakhiri puasa medali tunggal putra Indonesia yang telah berlangsung sejak Tommy Sugiarto meraihnya pada 2014. Meski tidak masuk daftar unggulan, Alwi menegaskan bahwa peluang untuk melaju jauh tetap terbuka. “Saya bukan unggulan, tapi bukan berarti tidak mungkin mencapai hasil terbaik. Saya siap tampil maksimal karena ini Kejuaraan Dunia,” ujarnya di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, pada 4 Agustus.
Ia mengakui bahwa performanya di China Open belum memuaskan, setelah tersingkir di babak pertama. Meski sempat bertahan hingga dua setengah gim dan menunjukkan permainan solid, Alwi mengaku kehilangan fokus dan penuh keraguan saat memasuki gim ketiga. “Saya bermain baik, tapi di interval gim ketiga, tekanan dan keraguan muncul. Saya belum bisa mengelola momen itu dengan baik,” ucapnya, menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh sebelum tampil di Dunia 2026.















