Home Berita Olah Raga Barter Pemain Paling Mahal dalam Sejarah Sepak Bola Eropa

Barter Pemain Paling Mahal dalam Sejarah Sepak Bola Eropa

Sumbawanews.com,- Pada 2009, Barcelona dan Inter Milan melakukan salah satu pertukaran pemain paling bersejarah di Eropa: Zlatan Ibrahimovic berpindah ke Camp Nou, sementara Samuel Eto’o melangkah ke San Siro, ditambah uang tunai sekitar 69,5 juta euro. Ibrahimovic mencetak 22 gol dalam 46 penampilan bersama Barcelona, membantu tim meraih gelar La Liga, sebelum kembali ke AC Milan akibat ketidakcocokan dengan Pep Guardiola. Di sisi lain, Eto’o menjadi tulang punggung Inter di bawah Jose Mourinho, menyumbang gol dan assist krusial dalam perjalanan tim meraih treble pada musim 2009/2010—Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.

Pada 2020, Barcelona dan Juventus memecahkan rekor dengan pertukaran Miralem Pjanic dan Arthur Melo. Arthur dilepas dengan nilai resmi 80 juta euro, sementara Pjanic diboyong dengan harga sekitar 60 juta euro. Namun, keduanya gagal memenuhi ekspektasi: Pjanic hanya bertahan dua musim di Barcelona sebelum hengkang ke Sharjah di Uni Emirat Arab, sementara Arthur kesulitan menembus starting XI di Juventus dan akhirnya dipinjamkan ke Liverpool dan Fiorentina.

Pada 2011, Chelsea dan Benfica menyelesaikan kesepakatan barter bernilai 25 juta euro: David Luiz bergabung ke Stamford Bridge, sementara Nemanja Matic berpindah ke Portugal. Luiz menjadi andalan di lini belakang Chelsea selama dua periode—pertama dari 2011 hingga 2014, lalu kembali dari 2016 hingga 2019—dengan total 248 penampilan dan 18 gol di semua kompetisi. Matic, meski awalnya dianggap sebagai pelengkap, justru berkembang menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia, membantu Benfica meraih gelar domestik sebelum kemudian bergabung dengan Manchester United dan menjadi pilar penting di Premier League.

Ketiga kesepakatan ini menjadi bukti bahwa barter pemain, meski kini jarang terjadi, pernah menjadi senjata ampuh klub-klub besar untuk menyusun ulang tim dengan strategi finansial cerdas—meski tidak selalu berujung pada kesuksesan jangka panjang.

Previous articleKasum TNI : Mahasiswa dan Prajurit TNI Meriahkan Tinju Amatir Rakyard Rumble Piala Panglima TNI
Next articleTimnas Indonesia Siap Bertaruh Sejarah Lawan Thailand di Final ASEAN Cup 2026