Sumbawanews.com,- AC Milan naik ke puncak klasemen sementara Liga Italia 2026-2027 setelah serangkaian hasil positif, sementara pelatih Ruben Amorim menolak tegas perbandingan gaya manajemen dan permainan dengan Como 1907 yang dipimpin Cesc Fabregas. Amorim menegaskan bahwa ia tidak pernah menerima permintaan dari pemilik klub, Gerry Cardinale, untuk meniru keberhasilan tim asal Como yang meroket dari Serie C ke puncak Serie A dalam waktu singkat. “Saya pikir, kami berdua adalah pelatih yang berbeda, dengan latar belakang yang berbeda, dan bekerja untuk klub yang berbeda,” ujar Amorim, seperti dikutip Football Italia, Minggu (12/9/2026).
Ketika disinggung soal gaya permainan Como yang energik dan atraktif—dibangun dari pemain-pemain bukan bintang—Amorim justru menyindir dengan tajam. “Kalau kamu mau timmu bermain seperti Como, rekrut saja dia untuk bermain dengan cara yang sama,” ucapnya, merujuk pada Fabregas. Ia menekankan bahwa identitas sepak bola Milan tidak bisa disamakan dengan proyek kecil yang sukses secara ajaib, dan bahwa fokusnya hanya satu: memenangkan pertandingan dengan cara Milan.
Amorim menegaskan bahwa setiap pelatih butuh waktu untuk membangun filosofi, dan ia sedang membangunnya di San Siro—bukan meniru keberhasilan di Como. “Saya benar-benar berbeda. Saya punya gaya main sendiri, identitas saya. Melatih Milan itu sulit. Melatih Como dan melakukan apa yang mereka lakukan di Liga Champions, itu sulit. Saya tidak mau fokus pada mereka, fokus saya adalah Milan harus bermain untuk menang.”
Milan akan menghadapi Lazio di Stadion Olimpico, Roma, pada Sabtu (12/9/2026) pukul 23.00 WIB dalam laga giornata keempat Serie A. Duel ini menjadi ujian nyata bagi kestabilan posisi puncak Milan, sekaligus momen untuk membuktikan bahwa keberhasilan mereka bukan kebetulan, melainkan hasil dari kerja sistematis di bawah arahan Amorim.















