Sumbawanews.com,- Pemain naturalisasi Timnas Indonesia kini berbondong-bondong bergabung dengan klub-klub Liga 1. Sebanyak 13 pemain yang telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) melalui program PSSI memutuskan berkarier di kompetisi domestik musim 2026/2027, alih-alih melanjutkan karier di luar negeri. Keputusan ini menciptakan perdebatan sengit di kalangan fans dan pengamat sepak bola, terutama terkait tujuan awal naturalisasi yang seharusnya meningkatkan kualitas tim nasional.
Sebagian besar pemain ini sebelumnya bermain di liga-liga Eropa, terutama Belanda, seperti Tim Geypens yang baru resmi bergabung dengan Bali United setelah membela FC Emmen. Pemain lain seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Dion Markx memilih Persib Bandung, sementara Jordi Amat dan Mauro Zijlstra bergabung dengan Persija Jakarta. Di Dewa United, Rafael Struick dan Ivar Jenner juga masuk dalam daftar, meski yang terakhir kini berstatus agen bebas. Semua pemain ini memiliki latar belakang bermain di liga profesional luar negeri, dengan sebagian besar masih berusia muda dan dianggap memiliki potensi berkembang lebih jauh jika tetap berkarier di Eropa.
Kebijakan ini menuai kritik karena dianggap bertentangan dengan tujuan utama naturalisasi—yakni memperkuat tim nasional dengan pemain berkualitas tinggi yang bermain di level kompetitif. Banyak pihak khawatir bahwa pemain-pemain berbakat justru kehilangan kesempatan untuk berkembang di lingkungan yang lebih menantang. Namun, sebaliknya, sejumlah klub domestik menilai kehadiran mereka meningkatkan daya saing liga dan memberi inspirasi bagi pemain lokal.
PSSI sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait tren ini, meski secara implisit mendukung keputusan pemain untuk memilih klub di Indonesia. Dengan bergabungnya Tim Geypens, total pemain naturalisasi yang kini membela klub-klub Super League mencapai 13 orang, meningkat dari musim sebelumnya.














