Home Berita Nasional Viral Tendang Angin, Dua Pria Keroyok Remaja di Jakpus

Viral Tendang Angin, Dua Pria Keroyok Remaja di Jakpus

Sumbawanews.com,- Jakarta – Video yang memperlihatkan dua pria menghajar seorang remaja hingga terjatuh di pinggir jalan kembali memicu gelombang kemarahan di media sosial. Kejadian itu terjadi dini hari di Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, saat korban berusaha melerai pertikaian antara sekelompok pria dan sopir taksi.

Dalam rekaman yang beredar luas, seorang remaja berinisial FMS dan temannya, EBTW, tengah mengisi bensin di dekat SPBU ketika menyaksikan cekcok antara empat pria—diduga dalam pengaruh minuman keras—dengan sopir taksi. Tanpa pamrih, FMS mencoba menenangkan situasi. Tapi, upaya baiknya berubah menjadi bencana: ia langsung ditarik, dipukul, dan dihajar beramai-ramai oleh dua dari empat pelaku.

Saat EBTW berlari untuk membantu rekannya, ia pun ikut menjadi sasaran kekerasan. Seorang petugas SPBU sempat mencoba melerai, namun tak mampu menghentikan amukan. Keduanya terluka dan sempat dijaga oleh rekan pelaku hingga akhirnya dibiarkan pergi.

Polisi yang memantau viralnya video itu langsung bergerak cepat. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan pihaknya tidak menunggu laporan resmi dari korban. “Kami lakukan patroli medsos, identifikasi lokasi, dan mendatangi korban untuk mendorong pembuatan laporan polisi,” ujar Roby, Jumat (29/5/2026).

Setelah melalui pendekatan intensif bersama tokoh masyarakat dan pos kamtibmas setempat, dua pelaku utama—berinisial SS dan ASA—menyerahkan diri ke Polres Jakpus. Mereka mengaku mengetahui videonya telah tersebar luas dan sedang diselidiki aparat.

Kedua tersangka kini ditahan dan dijerat Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kekerasan Secara Bersama-sama (Pengeroyokan). Ancaman hukumannya mencapai lima hingga tujuh tahun penjara, tergantung hasil visum et repertum yang masih dalam proses.

Kejadian ini mengungkap kembali betapa rentannya ruang publik di tengah maraknya sikap “sok jago” yang berujung kekerasan. Tak ada yang menang dalam insiden ini—bukan korban, bukan pelaku, dan tentu saja, bukan masyarakat yang harus hidup dalam ketakutan karena satu tindakan impulsif.

Polisi menegaskan, tak ada lagi ruang bagi pelaku kekerasan yang mengandalkan kekuatan fisik untuk menyelesaikan konflik. “Kami akan tindak tegas, siapa pun pelakunya, sekecil apa pun insiden yang terjadi,” tegas Roby.

Sementara itu, korban kini dalam pemulihan. Mereka tak hanya membawa luka fisik, tapi juga trauma yang mungkin akan bertahan lama—sebuah harga mahal yang harus dibayar karena berani berbuat baik di tengah kekacauan.

Previous articleJemaah Haji Padati Mina Usai Lempar Jumrah
Next articleTrump Ancam Serang 15 Negara dalam Dua Masa Jabatannya
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik