Home Berita Nasional Siang Makan MBG Bersama Siswa, Malamnya Kepala BGN Diganti

Siang Makan MBG Bersama Siswa, Malamnya Kepala BGN Diganti

Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto mengejutkan jajaran pemerintah dengan keputusan cepat mengganti seluruh pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) hanya beberapa jam setelah dirinya secara langsung meninjau dan ikut makan bersama siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Barat.

Pada pagi hari Selasa, 2 Juni 2026, Prabowo tiba di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah sekitar pukul 09.30 WIB, didampingi oleh Kepala BGN Dadan Hindayana. Dalam kunjungan itu, Presiden memantau seluruh proses produksi makanan—mulai dari hidroponik, bioflok, hingga dapur utama yang memproduksi ratusan ribu porsi harian. Ia bahkan masuk ke ruang kelas SMP Negeri 111 Jakarta, duduk di antara para pelajar, berdoa bersama, lalu menyantap menu MBG yang sama dengan mereka.

Dalam sesi santai yang hangat, Prabowo bertanya tentang cita-cita siswa. Seorang anak dengan lantang menjawab, “Pak, saya mau jadi Bapak (Presiden).” Prabowo hanya tersenyum dan menjawab singkat, “Belajar ya.” Respons itu langsung menjadi viral di media sosial, disusul sorak-sorai saat ia menyerukan, “Bawa Indonesia ke Piala Dunia!” kepada siswa yang bercita-cita jadi pemain sepak bola.

Namun, di malam harinya, Istana Kepresidenan mengumumkan pergantian total pimpinan BGN. Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, dicopot dari jabatannya. Penggantinya adalah Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN, dengan Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang mengumumkan keputusan itu di Ruang Sidang Kabinet, menjelaskan bahwa pencopotan ini bukan respons spontan terhadap momen makan bersama siswa, melainkan hasil evaluasi menyeluruh selama 1,5 tahun terhadap kinerja BGN. “Bapak Presiden melakukan monitoring dan evaluasi mendalam. Ada catatan serius terkait kedisiplinan SOP, tata kelola organisasi, dan jaminan kualitas makanan yang tidak sesuai standar yang ditetapkan,” ujar Prasetyo.

Ia menekankan bahwa BGN memegang peran strategis dalam agenda pemerintah untuk memperbaiki gizi nasional, terutama bagi anak-anak sekolah dan keluarga kurang mampu. “Tugas ini menuntut kepemimpinan yang tegas, akuntabel, dan mampu mengkoordinasikan lintas sektor dengan presisi. Kepemimpinan lama dinilai belum mampu menjawab tantangan itu secara optimal.”

Pergantian ini pun menimbulkan spekulasi luas, terutama karena terjadi dalam waktu sangat singkat setelah kunjungan simbolis yang penuh kehangatan. Namun, Istana menegaskan bahwa tidak ada hubungan langsung antara momen makan bersama siswa dengan keputusan administratif tersebut. “Ini soal kinerja, bukan simbolik. Presiden sangat peduli pada hasil, bukan hanya citra,” tegas Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pengganti baru, Nanik Deyang, dikenal sebagai birokrat berpengalaman dengan rekam jejak di bidang pengawasan dan tata kelola keuangan publik. Agustina Arumsari, mantan petinggi BPKP, memiliki latar belakang investigasi keuangan negara, sementara Mayjen Trenggono membawa kekuatan disiplin militer ke dalam struktur operasional BGN.

Langkah ini menandai salah satu reshuffle paling cepat dalam sejarah pemerintahan Presiden Prabowo, sekaligus menegaskan prioritasnya: program gizi nasional bukan sekadar simbol kemanusiaan, tapi sektor strategis yang harus dikelola dengan ketat, transparan, dan tanpa kompromi. Momen makan bersama siswa di Palmerah bukanlah akhir dari sebuah cerita—tapi awal dari sebuah perubahan.

Previous articleAkun Instagram Gedung Putih dan Perwira AS Dibobol via AI
Next articleOpini: Masyarakat Lingkar Tambang Menanti Keadilan Pemberdayaan dari PT AMNT
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik