Home Berita Nasional Rupiah Menguat ke Rp17.860, Didorong Sinyal Fiskal Kuat

Rupiah Menguat ke Rp17.860, Didorong Sinyal Fiskal Kuat

Sumbawanews.com,- Nilai tukar rupiah menutup perdagangan Jumat (12/6/2026) di level Rp17.860 per dolar AS, menguat 129 poin atau 0,71 persen dari penutupan sebelumnya di Rp17.989. Penguatan ini dipicu oleh serangkaian sinyal positif dari dalam negeri yang berhasil meredam kekhawatiran pasar terhadap stabilitas fiskal.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa koordinasi yang semakin solid antara Bank Indonesia dan pemerintah menjadi tulang punggung kepercayaan investor. Kenaikan suku bunga acuan ke level 5,5 persen, yang ditempuh BI untuk menahan inflasi, turut memberikan bantalan kuat terhadap mata uang domestik. Imbal hasil surat berharga negara (SBN) yang menarik, terutama pada tenor pendek dan menengah, mulai menarik kembali arus modal asing—terlihat dari meningkatnya minat terhadap Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Mei 2026 juga memberi angin segar: defisit tetap terkendali, keseimbangan primer mencatat surplus, dan pendapatan negara tumbuh signifikan. “Ini menunjukkan bahwa disiplin fiskal bukan sekadar retorika, tapi sedang dijalankan,” ujar Josua.

Namun, optimisme ini masih diimbangi oleh tekanan eksternal. Penguatan dolar AS akibat ketegangan di Timur Tengah membuat investor kembali mencari safe-haven assets. Volatilitas harga minyak mentah dan ketidakpastian kebijakan suku bunga Federal Reserve AS juga menjadi faktor penahan. “BI sudah bergerak cepat, tapi rupiah tetap rentan terhadap gejolak global,” tambahnya.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dicatat BI juga menunjukkan tren serupa, menguat ke Rp17.921 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.981. Sementara itu, IHSG yang telah menembus level 6.000, menurut BP BUMN, menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan investor global terhadap ekonomi Indonesia terus membaik.

Meski demikian, tantangan masih menanti. Belanja pemerintah biasanya meningkat tajam pada semester kedua, sementara risiko subsidi energi tetap menjadi beban fiskal yang belum sepenuhnya teratasi. Pasar kini menunggu bukti nyata bahwa kedisiplinan anggaran ini bisa dipertahankan hingga akhir tahun—bukan hanya dalam laporan bulanan, tapi dalam kebijakan nyata yang konsisten.

Previous articleMahasiswa UI dan IPB Gelar Aksi Tuntut Reformasi Ekonomi
Next articleE-Bike Ringan dengan Gaya Chopper, Seru Dipakai Sehari-hari
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.