Home Berita Nasional Qodari Tegaskan Perang Melawan Hoaks Dimulai dari Akun Anonim

Qodari Tegaskan Perang Melawan Hoaks Dimulai dari Akun Anonim

Sumbawanews.com,- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menegaskan bahwa pencapaian target kepuasan publik sebesar 70 hingga 80 persen terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak hanya bergantung pada program yang berdampak langsung, tetapi juga pada komunikasi yang proaktif dan efektif. Ia mengakui sejumlah kendala teknis masih menghambat pelaksanaan program pemerintah, namun menjamin perbaikan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Qodari mencontohkan perbaikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini dipimpin Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono, dengan tindakan tegas seperti penutupan satuan pelayanan yang tidak memenuhi standar dan pemberian sanksi terhadap kepala SPPG yang melanggar. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi, seperti sistem pemantauan menu MBG oleh masyarakat, sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan.

Namun, menurut Qodari, keberhasilan program saja belum cukup. Komunikasi publik harus diperkuat melalui koordinasi intensif antara Bakom, kementerian dan lembaga, hingga pemerintah daerah. “Komunikasi kita harus lebih intensif, maksimal, dan proaktif,” tegasnya usai menghadiri Forum Koordinasi di Graha Marinir, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Sejalan dengan itu, Bakom berkomitmen memerangi disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK). Qodari mengusulkan mekanisme untuk mengurangi akun anonim di media sosial sebagai langkah strategis menekan penyebaran hoaks. Ia menyarankan agar akun media sosial wajib terdaftar dengan identitas resmi, seperti nomor HP atau KTP, mirip sistem registrasi kartu SIM yang telah terbukti mengurangi tindak pidana digital.

“Hoaks biasanya keluar dari akun-akun anonim. Jika anonimitas dihilangkan, hoaks akan berkurang,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pers dan media sosial bukan lawan, melainkan mitra dalam menyebarkan informasi yang benar, sementara DFK tetap menjadi musuh bersama yang harus ditangani secara sistematis.

Qodari juga mengajak seluruh kementerian dan lembaga untuk berkoordinasi dengan Bakom sebelum merilis informasi ke publik, guna memastikan konsistensi pesan dan memudahkan media dalam mengolah berita. “Kita ingin kontennya ditata secara optimal agar sesuai kebutuhan media,” tutupnya.

Previous articleTimnas U-20 Indonesia Gagal Menang, Nova Arianto: Peluang Emas Terbuang Percuma
Next articleJelang Lawan Laos, Nova Arianto Hadapi Dilema Pergantian Pemain