Sumbawanews.com,- Sri Ayuni sempat merasa bingung setelah lulus SMA. Tanpa biaya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ia enggan menjadi buruh dengan hanya bermodal ijazah SMA. Berkat saran gurunya, Sri mengikuti Program PELITA (Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda) yang diinisiasi Harita Nickel. Kini, ia magang sebagai penerjemah bahasa Mandarin di Klinik Harita Nickel, melayani pasien tenaga kerja asing.
Program PELITA telah membantu banyak pemuda di Pulau Obi, Maluku Utara, untuk meningkatkan keterampilan mereka sesuai kebutuhan industri. Fikri Batman, peserta batch I, kini mampu mengoperasikan alat berat wheel loader dan bekerja di Harita Nickel. “Program ini sangat membantu kami meningkatkan kemampuan,” ujarnya.
Sejak diluncurkan pada 2023, Program PELITA telah mencetak puluhan tenaga kerja terampil. Latif Supriadi, Executive Vice President External Relations Harita Nickel, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mempersiapkan pemuda lokal menjadi tenaga kerja kompeten yang siap memasuki dunia industri.
Kolaborasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate, Program PELITA kini memasuki batch V dengan fokus pelatihan teknisi AC residensial. Sebelumnya, batch IV melatih 40 pemuda sebagai operator overhead crane. Program ini berlangsung selama tiga bulan dengan pendekatan holistik, mencakup keterampilan teknis, pembinaan fisik, dan disiplin kerja.
Batch III fokus pada pelatihan bahasa Mandarin, dengan 22 peserta berhasil mencapai sertifikasi HSK level 3. Sementara batch I dan II melatih peserta dalam pengoperasian alat berat seperti overhead crane truck dan wheel loader.
Kementerian Ketenagakerjaan mengapresiasi peran swasta dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal. Harita Nickel berharap peserta Program PELITA dapat berkembang sesuai minat, baik berkarier di industri maupun membuka usaha mandiri. “Keberhasilan kami sebagai perusahaan bergantung pada pertumbuhan bersama komunitas sekitar,” kata Latif.















