Sumbawanews.com,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan provokatif usai bentrokan antarkelompok warga di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Ahad, 26 Juli 2026. Konflik yang bermula dari perusakan gerobak penjual nasi uduk berubah menjadi baku lempar batu, menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya dalam kondisi kritis. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengerahkan satuan keamanan, berkoordinasi dengan aparat hukum, tokoh masyarakat, agama, dan pemuda untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Pramono menekankan pentingnya menjaga Jakarta sebagai ruang bersama yang damai, menolak penyebaran informasi hoaks, dan melarang perusakan fasilitas umum. Ia menyampaikan duka mendalam atas kejadian yang menimbulkan kerugian material dan nyawa, termasuk pembakaran satu bangunan semi permanen dan empat sepeda motor. Polisi telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus ini, terdiri dari empat orang terkait perusakan dan tiga lainnya terkait pengeroyokan.
Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat mengonfirmasi korban berinisial K meninggal dunia setelah dilarikan ke RSCM, sementara korban lainnya, DS, masih dalam perawatan intensif. Penyidik terus mengembangkan penyelidikan untuk menentukan motif dan jaringan di balik kerusuhan tersebut.















