Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto menegaskan perlunya penguatan Tentara Nasional Indonesia hingga ke tingkat daerah guna memastikan pertahanan negara merata di seluruh wilayah Indonesia. Dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” pada Rabu, 16 September 2026, ia menyebut luasnya wilayah dan jumlah 514 kabupaten yang besar menjadi alasan utama kehadiran satuan TNI harus diperkuat secara menyeluruh. Ia mempertanyakan efektivitas pengamanan jika jumlah batalion jauh lebih sedikit dibanding jumlah kabupaten, dengan lebih dari 360 kabupaten masih tanpa kehadiran satuan TNI.
Prabowo mengaitkan keterbatasan kehadiran aparat di daerah dengan maraknya pelanggaran sumber daya alam, seperti illegal logging, illegal mining, dan perkebunan liar di kawasan hutan lindung yang bertahun-tahun tak ditindak. Ia mencontohkan perkebunan kelapa sawit di area konservasi yang berlangsung tanpa intervensi berarti.
Di sisi lain, Prabowo menyebut anggaran pertahanan Indonesia masih di bawah 2 persen dari produk domestik bruto (PDB), jauh lebih rendah dibanding negara-negara tetangga seperti Singapura yang mengalokasikan lebih dari 3 persen PDB untuk pertahanan. Ia menekankan bahwa belanja pertahanan Indonesia selama beberapa dekade berada di kisaran 0,9 persen PDB, dan penguatan sistem pertahanan dan keamanan membutuhkan kehadiran unsur-unsur pertahanan yang cukup kuat di seluruh wilayah.















