Sumbawanews.com,- Kementerian Kehutanan mengungkap bahwa populasi Orangutan Sumatra (_Pongo abelii_) diperkirakan sebanyak 11.694 individu, sementara Orangutan Tapanuli (_Pongo tapanuliensis_) hanya tersisa 716 individu. Data ini dihasilkan dari survei periode 2021–2023 dan disampaikan dalam Seminar Nasional Refleksi Satu Dekade Konservasi Orangutan Sumatra dan Tapanuli Secara Kolaboratif di Hotel Aryaduta Medan, Sabtu (18/7/2026). Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menekankan bahwa angka ini menjadi dasar penyusunan kebijakan konservasi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Ia menegaskan, keberhasilan pelestarian kedua spesies ini hanya mungkin dicapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.
Rohmat menambahkan, pemerintah terus memperkuat perlindungan habitat, meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi, serta mendorong sinergi multi-pihak sejalan dengan implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045. Hasil survei juga menunjukkan penurunan populasi Orangutan Sumatra dibandingkan baseline tahun 2011, sementara Orangutan Tapanuli yang hanya hidup di bentang alam Batang Toru dianggap memiliki tingkat kerentanan sangat tinggi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera Utara, Heri Wahyudi Marpaung, menegaskan bahwa upaya konservasi harus melampaui batas kawasan konservasi, mengingat habitat orangutan tersebar di luar kawasan yang dilindungi.














