Sumbawanews.com,- Capaian pemilahan sampah dari sumber di Kepulauan Seribu mencapai 59 persen, sesuai target Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026. Upaya ini didukung kolaborasi antara pemerintah daerah, camat, lurah, dan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang berperan sebagai agen edukasi langsung ke masyarakat. Sampah organik telah dimanfaatkan sebagai pakan ternak bebek di Pulau Untung Jawa, menjadi solusi inovatif pengelolaan limbah. Namun, penguatan infrastruktur pengelolaan sampah masih menjadi tantangan utama guna mewujudkan target pengurangan pengiriman sampah ke daratan Jakarta.
Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan menekankan bahwa meski gerakan pemilahan sampah telah berjalan baik di sebelas pulau berpenduduk, ketersediaan fasilitas dan sistem penanganan yang memadai perlu dipercepat. Ia menegaskan, para petugas tidak hanya bertugas mengangkut sampah, tetapi juga wajib menjadi ujung tombak sosialisasi agar masyarakat memilah sampah sejak dari rumah tangga. Pemda berkomitmen menjadikan Kepulauan Seribu sebagai wilayah bebas sampah yang dibuang ke Jakarta, dengan pendekatan berbasis komunitas dan pemanfaatan teknologi lokal.















