Home Berita Nasional Kementerian PUPR Tanggap Darurat Pascagempa Sulteng

Kementerian PUPR Tanggap Darurat Pascagempa Sulteng

Sumbawanews.com,- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) langsung mengerahkan tim teknis dan alat berat ke wilayah terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah, guna memastikan integritas infrastruktur vital pasca-bencana. Respons cepat ini dilakukan untuk menjaga kelancaran akses logistik, mobilitas masyarakat, dan keselamatan publik di tengah situasi kritis.

Menteri PUPR Dody Hanggodo mengatakan, sejak gempa mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya pada Rabu (17/6), pihaknya segera membentuk posko darurat dan mengerahkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah untuk melakukan inspeksi mendalam terhadap jembatan dan ruas jalan strategis. Fokus utama diberikan pada empat kabupaten terparah: Sigi, Donggala, Poso, dan Parigi Moutong, serta Kota Palu.

Di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, satu unit alat berat telah diterjunkan untuk membersihkan longsoran dan membuka kembali akses jalan yang terputus. Upaya ini menjadi kunci untuk memastikan distribusi bantuan kemanusiaan tidak terhambat di daerah terpencil.

Pemeriksaan teknis intensif juga dilakukan terhadap dua jembatan krusial di Kota Palu: Jembatan Palu 4 dan Jembatan Palu 1. Hasil inspeksi menyatakan kedua struktur tersebut dalam kondisi stabil dan aman untuk dilalui, meskipun sempat menjadi titik kekhawatiran utama pasca-gempa. Tim teknis PUPR menggunakan alat pemantau struktural canggih untuk memastikan tidak ada retakan struktural, pergeseran fondasi, maupun kerusakan pada elemen beton dan baja.

Sementara itu, Jembatan Palu 3 yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Palu tetap menjadi perhatian. Kementerian PUPR siap memberikan dukungan teknis dan rekomendasi pemulihan jika diperlukan, meskipun tidak memiliki kewenangan langsung atas jembatan tersebut.

“Kami tidak hanya mengecek kekuatan struktur, tapi juga memastikan fungsinya tetap berjalan. Infrastruktur adalah urat nadi pemulihan bencana,” tegas Dody di Jakarta, Rabu malam.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen PUPR untuk membangun infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan. Tim pemantau akan terus bergerak mengelilingi wilayah terdampak, dengan prioritas pada jembatan, jalan nasional, dan sistem drainase yang berpotensi terganggu oleh guncangan tektonik dan curah hujan pasca-bencana.

PUPR juga terus berkoordinasi erat dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Daerah, dan instansi terkait untuk menyelaraskan respons darurat dan mempersiapkan rencana pemulihan jangka menengah. Dengan kecepatan dan ketelitian, Kementerian PUPR berupaya menjadi garda terdepan dalam menjaga konektivitas dan keamanan masyarakat Sulawesi Tengah di tengah duka bencana.

Previous articlePokdarwis Saling Gayong Siap Data UMKM dan Potensi Wisata Desa Pasir Putih, Lapak Liar hingga Ternak Berkeliaran Jadi Perhatian
Next articleJanice-Aldila Tembus Perempat Final Nottingham Open
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.