Sumbawanews.com,- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyambut hangat karangan bunga hitam putih yang dikirim Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam perayaan HUT ke-499 Jakarta pada 22 Juni 2026. Meski desainnya kontras dengan rangkaian bunga berwarna cerah yang mendominasi Balai Kota, Pemprov DKI menilai pesan tersebut sebagai bentuk kehormatan dan kepedulian terhadap ibu kota.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan Gubernur Pramono Anung dan seluruh jajaran pemerintahan secara resmi menyampaikan terima kasih atas kiriman tersebut. “Bapak Gubernur dan kami semua mengapresiasi ucapan dari seluruh pihak, termasuk dari Kang Dedi Mulyadi. Ini adalah bentuk kebersamaan antar-daerah yang patut dihargai,” ujar Chico di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Karangan bunga milik Dedi Mulyadi menjadi sorotan visual di antara ratusan papan ucapan lain yang memadati halaman Balai Kota. Dengan dominasi warna hitam yang elegan dan rangkaian bunga putih yang bersih, papan itu tampak berbeda—tak sekadar simbol perayaan, tapi juga menyiratkan nuansa ketulusan dan kedalaman makna. Tertulis jelas di papan: *“Selamat Ulang Tahun Kota Jakarta ke-499. Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.”*
Perbedaan warna itu sengaja dipilih, bukan sebagai simbol duka, melainkan sebagai bentuk kesederhanaan yang justru menonjol di tengah hingar-bingar warna-warni perayaan. Di sampingnya, karangan bunga dari Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, PT Pelindo, dan sejumlah lembaga lain mengusung ornamen Betawi dan palet merah, kuning, hijau, dan biru yang khas suasana festifal.
Perayaan HUT Jakarta tahun ini mengusung tema kolaborasi dan optimisme menjelang usia lima abad pada 2027. Dalam konteks itu, kehadiran karangan bunga dari gubernur tetangga yang tak biasa justru menjadi simbol kuat persatuan antarwilayah—tanpa perlu kata-kata panjang, pesan itu sudah terdengar jelas.
Dedi Mulyadi, yang dikenal sebagai sosok pemimpin yang sering menghadirkan kejutan dalam bentuk simbolik, kembali menunjukkan kepekaan budayanya. Meski sebelumnya kerap menjadi sasaran hoaks yang memanfaatkan namanya, kali ini ia justru menjadi pusat perhatian positif—tanpa kampanye, tanpa viral, hanya lewat seuntai bunga yang berbicara lebih dari seribu kata.
Pemprov DKI, dalam responsnya, memilih untuk tidak membahas makna simbolis di balik warna hitam putih itu. Sebaliknya, mereka memilih fokus pada niat baik yang mendasarinya: sebuah penghormatan dari seorang gubernur kepada ibu kota yang telah menjadi pusat peradaban Nusantara selama hampir lima abad.















