Havana, sumbawanews.com – Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, Jum’at (30/01) mengutuk keputusan Amerika Serikat melalui perintah Eksekutif Donald Trump.
“Kami mengutuk sekeras-kerasnya eskalasi baru AS terhadap Kuba,” katanya.
Baca Juga: Klaim 32 Warganya Tewas Dalam Penangkapan Maduro oleh AS, Miguel Díaz Nyatakan Kuba Siap Bertaruh Nyawa
Menurut dia, sekarang pemerintah AS bermaksud untuk memberlakukan blokade total terhadap pasokan bahan bakar Kuba. Untuk membenarkan hal itu, AS menggunakan serangkaian kebohongan panjang dengan tujuan menggambarkan Kuba sebagai ancaman, padahal sebenarnya tidak.
Setiap hari ada bukti baru yang menunjukkan bahwa satu-satunya ancaman terhadap perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan ini dan satu-satunya pengaruh jahat adalah pengaruh yang dilakukan oleh pemerintah AS terhadap rakyat dan bangsa-bangsa Amerika. Mereka bermaksud untuk menundukkan mereka pada perintahnya, merampas sumber daya mereka, merusak kedaulatan mereka, dan merampas kemerdekaan mereka.
Pemerintah AS juga menggunakan pemerasan dan paksaan dalam upaya untuk membuat negara-negara lain bergabung dengan kebijakan blokade yang dikecam secara universal terhadap Kuba. dan jika mereka menolak untuk melakukannya, mereka mengancam akan menerapkan tarif sewenang-wenang dan sewenang-wenang yang melanggar semua aturan perdagangan bebas.
“Kami mengecam kepada dunia tindakan agresi brutal ini terhadap Kuba dan rakyatnya, yang selama lebih dari 65 tahun telah memberlakukan blokade terlama dan paling kejam yang pernah dikenakan terhadap seluruh bangsa, dan yang kini telah berkomitmen untuk menundukkan mereka pada kondisi kehidupan yang ekstrem,” jelasnya. (Using)
















