Sumbawanews.com,- Kongo – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 900 kasus suspek Ebola di Republik Demokratik Kongo, dengan 101 di antaranya telah terkonfirmasi. Wabah ini terutama menyebar di Provinsi Ituri yang dilanda konflik berkepanjangan.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan situasi kemanusiaan di Ituri sangat memprihatinkan. Sekitar lima juta warga hidup dalam krisis, dengan seperempat populasi membutuhkan bantuan dan satu dari lima orang menjadi pengungsi internal.
Kekerasan yang terjadi memaksa warga, termasuk tenaga kesehatan dan pekerja kemanusiaan, meninggalkan wilayah terdampak. Hal ini menyulitkan upaya pelacakan kontak dan deteksi dini infeksi Ebola. “Situasi ini sangat menghambat penanganan medis yang cepat,” ujar Tedros.
Pada 16 Mei lalu, WHO telah menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC). Enam hari kemudian, status risiko dinaikkan menjadi sangat tinggi di tingkat nasional.















