Home Berita Internasional Starmer Diambang Tekanan, Partai Buruh Minta Ganti Pimpinan

Starmer Diambang Tekanan, Partai Buruh Minta Ganti Pimpinan

Sumbawanews.com,- Tekanan politik terhadap Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer kian memuncak setelah kemenangan telak Andy Burnham dalam pemilihan sela di daerah Makerfield. Kemenangan itu bukan sekadar pencapaian pribadi—ia dianggap sebagai sinyal kuat keengganan pemilih terhadap kepemimpinan Starmer, sekaligus dorongan bagi sejumlah anggota Partai Buruh untuk mendorong pergantian pemimpin tanpa melalui proses kontes internal yang berisiko memecah belah partai.

Dalam laporan BBC, sejumlah anggota parlemen dari fraksi Buruh secara terbuka meminta Starmer menetapkan jadwal pengunduran diri dan segera menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Burnham, Wali Kota Greater Manchester yang kini menjadi simbol harapan baru bagi sayap moderat partai. Mereka berargumen bahwa kestabilan politik dan kredibilitas Partai Buruh lebih penting daripada keengganan pemimpin untuk melepaskan jabatan.

Namun, Starmer tegas menolak. Dalam pernyataan resmi kepada BBC, ia menegaskan bahwa mandatnya berasal dari pemilu umum dua tahun lalu, yang memberinya legitimasi untuk melanjutkan agenda pemerintahan. “Saya terpilih untuk melayani negara ini, bukan untuk mundur saat menghadapi tantangan,” ujarnya. Ia menyoroti pencapaian pemerintahannya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan arus imigrasi sebagai bukti bahwa ia masih memiliki rencana besar yang belum terwujud.

Di balik layar, tekanan justru semakin terasa. Menteri Transportasi Heidi Alexander dilaporkan menjadi salah satu kabinet senior yang menyarankan Starmer untuk mempertimbangkan langkah mundur. Namun, juru bicaranya menolak mengonfirmasi isi percakapan, menyebutnya sebagai “percakapan pribadi antara perdana menteri dan anggota kabinet.” Sementara itu, Menteri Keuangan Rachel Reeves justru menjadi salah satu suara kuat yang tetap mendukung Starmer, menghubunginya langsung setelah hasil pemilihan diumumkan untuk menyatakan kesetiaannya.

Burnham dan calon penantang lain, Menteri Kesehatan Wes Streeting, memilih untuk tidak memberikan wawancara selama akhir pekan—sebuah strategi yang disebut sebagai upaya memberi ruang bagi Starmer untuk merenung. Namun, di balik kesunyian itu, diskusi di kalangan elit Partai Buruh berjalan sengit. Beberapa menteri senior, termasuk Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood dan Menteri Energi Ed Miliband, disebut telah mengirim pesan pribadi kepada Starmer agar segera menentukan waktu penyerahan kekuasaan.

Rapat kabinet yang dijadwalkan pada Selasa pekan depan diprediksi akan menjadi titik balik. Jika tidak ada keputusan jelas dari Starmer, kemungkinan besar partai akan memasuki fase krisis kepemimpinan yang berpotensi menggoyahkan basis elektoralnya sebelum pemilu berikutnya.

Sementara itu, di luar gedung parlemen, publik Inggris menyaksikan sebuah pergulatan yang lebih besar: antara kesetiaan terhadap pemimpin yang dianggap stabil, dan keinginan akan regenerasi yang dinamis. Starmer, yang dikenal sebagai figur tenang dan disiplin, kini berdiri di persimpangan—bukan hanya sebagai perdana menteri, tetapi sebagai simbol dari masa transisi Partai Buruh yang sedang mencari identitas barunya.

Previous articleBrasil Hajar Haiti 3-0, Pimpin Grup C Piala Dunia 2026
Next articleJudul: Meloni Tegaskan Tak Pernah Mengemis Foto dengan Trump
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.