Home Berita Internasional Serhii Koretskyi Dilantik sebagai Perdana Menteri Ukraina, Fokus Pulihkan Energi dan Ekonomi...

Serhii Koretskyi Dilantik sebagai Perdana Menteri Ukraina, Fokus Pulihkan Energi dan Ekonomi Perang

Sumbawanews.com,- Pemerintah Ukraina resmi melantik Serhii Koretskyi sebagai perdana menteri baru pada Kamis, 16 Juli 2026, menggantikan Yulia Svyrydenko yang mengundurkan diri. Bukan tokoh politik, Koretskyi—yang berusia 48 tahun—dikenal sebagai manajer krisis dari sektor energi negara, dengan rekam jejak membangkitkan perusahaan milik negara yang terpuruk menjadi penghasil laba besar. Ia ditunjuk Presiden Volodymyr Zelenskyy sebagai kandidat paling siap menghadapi musim dingin terberat sepanjang perang, di tengah kerusakan parah infrastruktur energi dan tekanan finansial.

Koretskyi tidak meniti karier melalui jalur politik atau birokrasi, melainkan dari dunia usaha. Ia membangun reputasi selama lebih dari dua dekade di industri bahan bakar dan pangan, sebelum dipercaya memimpin Ukrnafta dan Ukrtatnafta pada 2022 setelah pemerintah mengambil alih kendali dari oligark Ihor Kolomoiskyi. Dalam dua tahun, Ukrnafta mencatat laba tertinggi sepanjang sejarah, melunasi tunggakan pajak, meningkatkan produksi, dan menjadi penyokong utama militer melalui pasokan bahan bakar serta pendanaan drone. Pada 2025, ia dipercaya memimpin Naftogaz, perusahaan energi raksasa yang sedang mengalami cadangan gas terendah sepanjang sejarah akibat kegagalan manajemen sebelumnya dan serangan Rusia terhadap fasilitas produksi. Di bawah kepemimpinannya, Naftogaz berhasil merevitalisasi operasional: menghapus tumpang tindih fungsi, merampingkan struktur kepegawaian, meningkatkan cadangan gas hingga lebih dari 13 miliar meter kubik, dan menghimpun dana hampir US$1 miliar.

Ketika parlemen mengesahkan pengangkatannya, ratusan demonstran memprotes di pusat kota, menuduh Zelenskyy memecat Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov secara tidak adil dalam reshuffle kabinet mendadak. Dalam pidato pertamanya di parlemen, Koretskyi menegaskan tiga prioritas utama: memulihkan sistem energi yang hancur, menstabilkan perekonomian nasional, memastikan penggunaan efektif bantuan internasional, serta memperluas produksi senjata dalam negeri. Ia menjadi perdana menteri ketiga Ukraina sejak invasi Rusia dimulai, dan tantangan terbesarnya bukan hanya keahlian bisnis, melainkan kemampuan bernegosiasi politik dan diplomasi di tengah perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Previous articleSpanyol Siap Hadapi Argentina di Final Piala Dunia 2026 dengan Kolektivitas dan Pertahanan Membeku
Next articleJuventus Rekrut Zeki Celik dengan Alasan Mental Juang