Sumbawanews.com,- Perang di Laut Hitam dan Laut Azov memperparah gangguan rantai pasok pangan global. Pada 16 Juli 2026, militer Ukraina mengklaim telah menyerang 11 kapal Rusia, termasuk lima tanker minyak, satu tanker gas, tiga kapal kargo kering, dan dua kapal tunda. Sementara itu, Rusia menyatakan telah menghantam kapal maritim dan kapal cepat milik angkatan laut Ukraina yang menuju pelabuhan Odesa, serta menggempur fasilitas industri dan logistik di Kyiv, Odesa, dan Pivdennyi yang diduga mendukung operasi militer Ukraina. Klaim serangan dari kedua belah pihak belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters. Akibat serangan beruntun terhadap kapal dan infrastruktur pelabuhan, dua jalur utama ekspor gandum dunia terganggu, memicu kenaikan tajam harga gandum di Eropa dan Amerika Serikat.















