Sumbawanews.com,- Rusia menuduh Ukraina menyerang stasiun kompresor Krasnodarskaya di wilayah Krasnodar, Rusia selatan, pada 7 Juli 2026, melalui serangan drone yang menargetkan infrastruktur pipa gas Blue Stream—jalur utama ekspor gas alam Rusia ke Turki. Gazprom menyatakan serangan itu bertujuan menghentikan pasokan gas ke Turki, namun sistem tetap beroperasi normal setelah tim darurat melakukan perbaikan darurat. Perusahaan energi milik negara itu menegaskan proses pemulihan fasilitas yang rusak masih berlangsung, tanpa mengganggu aliran gas secara keseluruhan.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya serangan jarak jauh Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia, khususnya di kawasan Laut Hitam. Moskow menilai serangan tersebut bukan sekadar taktik militer, melainkan ancaman terhadap keamanan energi regional. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Rusia telah mengambil langkah maksimal untuk melindungi infrastruktur strategisnya dan meminta Turki serta negara-negara lain tekan Ukraina agar menghentikan serangan terhadap jaringan energi internasional. Rusia juga mengancam akan membalas dengan serangan presisi terhadap fasilitas industri militer Ukraina.
Blue Stream, pipa gas sepanjang 1.213 kilometer yang membentang dari Stavropol di Rusia melalui dasar Laut Hitam hingga Durusu di Turki, memiliki kapasitas 16 miliar meter kubik gas per tahun. Jalur ini menjadi tulang punggung ekspor gas Rusia ke Turki sejak transit melalui Ukraina berhenti pada awal 2025. Pada 2025, Rusia mengekspor 21,2 miliar meter kubik gas ke Turki melalui Blue Stream dan TurkStream, dengan 2,7 miliar meter kubik di antaranya dikirim hanya pada Januari 2026.















