Sumbawanews.com,- Pemerintah Irak tengah menyelidiki serangan drone terhadap sejumlah fasilitas minyak di Arab Saudi yang terjadi pada Sabtu, 25 Juli 2026. Juru Bicara Panglima Militer Irak, Sabah al-Nauman, menyatakan pihaknya sedang mengkaji semua bukti dan informasi untuk menindak tegas pihak yang terbukti terlibat. Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menuduh kelompok pro-Iran di Irak menjadi pelaku serangan yang menargetkan wilayah Riyadh dan Provinsi Syarqiyah. Al-Nauman menegaskan bahwa Irak berkomitmen menjaga hubungan baik dengan tetangga dan tidak akan membiarkan wilayahnya digunakan sebagai basis untuk agresi terhadap negara sahabat. Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan drone yang diluncurkan dari wilayah Irak, menegaskan haknya untuk membela diri dan infrastruktur vital. Kuwait juga sebelumnya telah menuduh Irak berupaya melancarkan serangan dari wilayahnya.















