Home Berita Internasional Pemakaman Khamenei Digelar 4–9 Juli di Tiga Kota Suci

Pemakaman Khamenei Digelar 4–9 Juli di Tiga Kota Suci

Sumbawanews.com,- Teheran – Pemerintah Iran mengumumkan jadwal resmi prosesi pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi yang meninggal akibat serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Rangkaian upacara akan berlangsung dari 4 hingga 9 Juli, menyusuri tiga kota paling suci bagi umat Syiah: Teheran, Qom, dan Mashhad, sebelum jenazahnya dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza.

Menurut laporan televisi negara IRIB, yang dikutip Associated Press, upacara akan dimulai di ibu kota dengan doa-doa nasional dan perpisahan publik. Iring-iringan kemudian akan bergerak ke Qom, pusat keilmuan Syiah, sebelum berakhir di Mashhad, kota kelahiran Khamenei. Di sana, ia akan dikuburkan di samping makam Imam Reza, situs ziarah paling dihormati di dunia Syiah.

Prosesi ini juga akan menyatukan pemakaman putri dan menantu Khamenei, yang tewas dalam serangan yang sama. Kehilangan keluarga intinya dalam satu peristiwa memperdalam duka nasional, sekaligus memperkuat narasi kesyahidan yang menjadi fondasi legitimasi kekuasaan di Republik Islam.

Khamenei, yang memimpin Iran selama 37 tahun setelah menggantikan Ayatullah Khomeini pada 1989, bukan sekadar pemimpin agama—ia adalah arsitek sistem kekuasaan baru. Di bawah kepemimpinannya, Korps Garda Revolusi Islam berkembang dari pasukan elit menjadi mesin militer, ekonomi, dan politik yang mengendalikan sebagian besar sumber daya negara, termasuk rudal balistik dan jaringan perusahaan strategis. Ia memperkuat pengaruh ulama dalam pemerintahan, sekaligus memperdalam konfrontasi dengan Barat.

Kini, kekuasaan telah beralih ke putranya, Mojtaba Khamenei, yang dipandang lebih garang dan kurang kompromistis. Kematian Ayatullah Khamenei terjadi di tengah momen krusial: setelah tiga hari serangan balasan antara Iran, AS, dan Israel, negosiasi damai yang diprakarsai Pakistan kini disebut hampir mencapai titik kesepakatan.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan kesepakatan bisa ditandatangani dalam 24 jam. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pun menyebut ini sebagai “kesepakatan terdekat yang pernah dicapai.” Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya mengancam serangan lebih luas, kini aktif membagikan pernyataan Araghchi di media sosial, menandai pergeseran retorika dari konfrontasi ke diplomasi.

Sementara itu, pasar energi merespons positif. Harga minyak turun 6% dalam sepekan, mengindikasikan kepercayaan bahwa blokade di Selat Hormuz—yang sempat mengancam pasokan global—akan segera dicabut.

Pemakaman Khamenei bukan sekadar ritual keagamaan. Ia adalah momen politik yang menentukan arah Iran di masa depan: apakah negara ini akan terus mempertahankan garis keras yang ia bangun, atau mulai berbalik menuju rekonsiliasi—di tengah kekosongan otoritas ideologis yang ia tinggalkan. Dalam lima hari ke depan, seluruh dunia akan menyaksikan bagaimana Republik Islam mengubur sejarahnya—sekaligus menentukan nasibnya.

Previous articleAll-Indonesian Final Jadi Impian Alwi di Australian Open 2026
Next articleYard yang Mati, Aku Buat Aplikasi untuk Menyelamatkannya
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.