Home Berita Internasional Momen G7: Merokok Ditinggalkan, Jersey dan Jam Tangan Hilang

Momen G7: Merokok Ditinggalkan, Jersey dan Jam Tangan Hilang

Sumbawanews.com,- KTT G7 yang berakhir di Evian-les-Bains, Prancis, pada 17 Juni lalu, tak hanya menghasilkan pernyataan bersama tentang perang di Ukraina dan stabilitas global—tapi juga menyisakan sejumlah momen humanis yang tak terduga. Di balik rapat tertutup dan perdebatan geopolitik, para pemimpin dunia menunjukkan sisi pribadi yang jauh dari formality: dari keputusan berhenti merokok hingga hadiah jersey dan kekacauan jam tangan.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, yang dikenal sebagai perokok berat dalam berbagai pertemuan internasional, mengumumkan secara santai bahwa ia telah berhenti merokok sebulan lalu. Pernyataan itu terlontar saat ia berbincang santai bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen di sela istirahat. “Saya sudah berhenti,” ujar Meloni, merespons pertanyaan ringan tentang kebiasaan lamanya. Keputusan itu, menurutnya, diambil demi kesehatan—sebuah perubahan pribadi yang terasa nyata di tengah tekanan diplomasi global.

Di tengah diskusi serius tentang keamanan Eropa, percakapan spontan tentang sepak bola menghangatkan suasana. Teriakan “Allez les bleus!” menggema saat makan siang, sementara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memuji hasil imbang 0-0 antara Cape Verde dan Spanyol—juara dunia bertahan—sebagai kejutan yang menghibur. Bahkan klub sepak bola seperti Paris Saint-Germain menjadi topik obrolan di antara para kepala negara, membuktikan bahwa olahraga tetap menjadi bahasa universal yang mampu menembus batas politik.

Momen paling viral datang dari hadiah ulang tahun yang tak biasa: Kanselir Jerman Friedrich Merz memberikan jersey tim nasional Jerman kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang baru saja merayakan ulang tahun ke-80. Jersey itu bertuliskan nama “Trump” dan nomor punggung 47—simbol masa jabatannya sebagai presiden ke-47 AS. Trump tersenyum lebar, mengangkat jersey itu tinggi-tinggi untuk kamera, lalu berpose dengan gaya khasnya. Merz pun membagikan foto itu di Instagram dengan catatan: “Selamat ulang tahun yang ke-80. Lagipula, kita berada di tim yang sama.”

Tak kalah menggemaskan, Presiden Prancis Emmanuel Macron, tuan rumah KTT, diketahui lupa memakai jam tangan saat bersiap untuk makan siang. Perdana Menteri Kanada Mark Carney langsung menangkap keanehan itu dan bercanda, “Dia meninggalkan jam tangannya di sini. Kami punya jam tangannya.” Tertawa bersama, para pemimpin itu tampak seperti keluarga besar yang sedang berkumpul—bukan sekadar negosiator yang bertemu untuk menyusun kebijakan.

Di tengah dunia yang semakin terpecah, momen-momen kecil ini menjadi pengingat bahwa di balik jabatan dan kekuasaan, para pemimpin tetaplah manusia—dengan kebiasaan, kegemaran, dan kekeliruan yang sama. Dan kadang, justru di situlah koneksi sejati lahir.

Previous articleAS-Iran Capai Kesepakatan Damai Sementara
Next articleKawal Ketat, Eksekusi Hotel Sultan Berlangsung Aman
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.