Sumbawanews.com,- Pekan depan, perundingan damai antara Israel dan Lebanon akan dilanjutkan di Roma, Italia, dengan mediasi Amerika Serikat. Pertemuan ini bertujuan mempercepat implementasi perjanjian kerangka kerja keamanan yang ditandatangani pada 26 Juni lalu, sekaligus menyelesaikan sengketa perbatasan yang masih tertunda.
Menurut pejabat Departemen Luar Negeri AS, negosiasi berlangsung dengan optimisme setelah peluncuran zona percontohan pertama di Lebanon selatan dan pertemuan antara Presiden Lebanon Joseph Aoun dengan Presiden AS Donald Trump pekan lalu. Kelompok kerja teknis dijadwalkan bertemu pada 4–6 Agustus untuk membahas perluasan zona percontohan, pelucutan senjata kelompok bersenjata termasuk Hizbullah, serta pemulihan kewenangan negara Lebanon di wilayah yang ditinggalkan pasukan Israel.
Perjanjian kerangka kerja tersebut tidak menetapkan jadwal penarikan pasukan Israel secara eksplisit, tetapi mengikatkannya pada penyerahan penuh tanggung jawab keamanan kepada Angkatan Darat Lebanon. Data resmi Lebanon mencatat bahwa serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan 4.328 orang dan melukai 12.232 lainnya. Hingga kini, sebagian wilayah Lebanon selatan masih diduduki Israel, sebagian sejak puluhan tahun lalu, sebagian lagi direbut dalam konflik antara Oktober 2023 hingga November 2024.
Pejabat AS menegaskan bahwa kerangka kerja trilateral ini merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian berkelanjutan, dan pemerintahan Trump berkomitmen mendukung pelaksanaan penuh perjanjian tersebut.















