Home Berita Internasional Iran Balas Serangan AS dengan Serang Pangkalan di Teluk

Iran Balas Serangan AS dengan Serang Pangkalan di Teluk

Sumbawanews.com,- Korps Garda Revolusi Islam Iran melancarkan serangan drone terhadap dua pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah—Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain dan Pangkalan Udara Ali Al Salem serta Ahmad Al-Jaber di Kuwait—pada Kamis pagi, 11 Juni 2026. Serangan itu diklaim sebagai balasan atas serangan udara AS yang menargetkan sejumlah lokasi di dalam Iran, termasuk Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Sirik, yang menurut Tehran menghancurkan dua waduk air dan merusak menara telekomunikasi.

Selain itu, IRGC menyatakan dua kapal tanker minyak yang berusaha melintasi Selat Hormuz secara “ilegal” juga menjadi sasaran serangan. Dalam pernyataan resmi, mereka menutup seluruh lalu lintas maritim di jalur strategis itu hingga pemberitahuan lebih lanjut, memperdalam krisis pasokan energi global yang telah memicu kenaikan harga minyak dan pangan.

Serangan ini memperdalam siklus balas-membalas yang memanas sejak Rabu, ketika AS, atas perintah Presiden Donald Trump, melancarkan serangan udara terhadap “berbagai target” di Iran sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai “agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan.” Trump, dalam pidato di Gedung Putih dan unggahan di Truth Social, menuduh Teheran mengulur waktu dalam negosiasi damai dan mengancam akan menyerang infrastruktur vital Iran—termasuk pembangkit listrik dan jembatan—jika tidak segera menandatangani kesepakatan.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, merespons dengan tegas. Dalam unggahan di platform X, ia menyatakan bahwa ancaman terhadap infrastruktur sipil bukanlah simbol kekuatan, melainkan tanda keputusasaan. “Iran, dengan mengandalkan pengetahuan para spesialisnya, persatuan nasional, dan solidaritas rakyat, akan tetap teguh melawan tekanan atau ancaman apa pun,” tulisnya.

Eskalasi ini terjadi dalam konteks ketegangan regional yang semakin kompleks. Hanya beberapa hari sebelumnya, Iran dan Israel terlibat dalam pertukaran serangan paling intensif sejak gencatan senjata 8 April, yang sempat menenangkan kawasan. Serangan balasan Iran terhadap pangkalan AS di Yordania dan Bahrain, serta serangan AS yang menghantam pelabuhan-pelabuhan Iran, memperdalam kekacauan di Selat Hormuz—jalur strategis yang mengalirkan seperlima pasokan energi dunia.

Negosiasi damai antara AS dan Iran, yang berlangsung secara tidak langsung, masih terhambat oleh tuntutan Iran: pencairan aset miliaran dolar yang dibekukan dan pencabutan sanksi ekonomi. Sementara itu, Israel bersikeras bahwa invasinya di Libanon—yang menargetkan Hizbullah, kelompok yang didukung Iran—adalah konflik terpisah. Iran, sebaliknya, menegaskan bahwa setiap kesepakatan dengan Washington harus mencakup penghentian operasi militer Israel di Libanon.

Dengan Selat Hormuz kembali ditutup, dunia kembali menghadapi risiko gangguan pasokan energi, sementara tekanan politik dan militer semakin memperdalam jurang antara kekuatan-kekuatan besar di kawasan. Tidak ada tanda bahwa kedua belah pihak bersedia mundur—dan krisis ini, sekali lagi, berubah menjadi ujian ketahanan, bukan hanya bagi Iran dan AS, tapi bagi stabilitas global.

Previous articleIran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS
Next articleAS Bantah Kapal Perangnya Diserang Iran di Selat Hormuz
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.