Sumbawanews.com,- Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong percepatan kerja sama perdagangan bebas antara ASEAN dan Uni Eropa, dalam pertemuan ASEAN-European Union Post Ministerial Conference di Manila, Filipina, pada 23 Juli 2026. Ia menekankan bahwa kemitraan strategis kedua blok—yang mewakili lebih dari satu miliar penduduk dan sekitar seperlima perekonomian dunia—harus dimanfaatkan untuk memperkuat stabilitas global, menjaga tatanan internasional berbasis aturan, serta meningkatkan ketahanan ekonomi dan rantai pasok. Indonesia menilai momentum dari sejumlah perjanjian perdagangan bilateral antara Uni Eropa dan negara-negara anggota ASEAN dapat menjadi fondasi menuju kesepakatan antarkawasan yang lebih luas. Selain perdagangan, Sugiono juga menyerukan dukungan Uni Eropa terhadap transisi energi ASEAN yang berkelanjutan, dengan penekanan pada investasi infrastruktur, alih teknologi, dan penguatan kapasitas. Ia menambahkan, kemitraan ini harus dibangun tak hanya oleh pemerintah, tetapi juga melalui penguatan hubungan antarmasyarakat, termasuk melalui beasiswa, pelatihan, dan pertukaran budaya. Tahun 2027 akan menjadi momen penting dengan perayaan 50 tahun hubungan ASEAN-Uni Eropa, yang direncanakan dirayakan melalui KTT pemimpin kedua kawasan sebagai titik awal memperdalam kemitraan yang lebih erat dan berdampak.















