Sumbawanews.com,- Kekompakan generasi muda diaspora Indonesia dalam menampilkan Tari Saman menjadi puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ottawa, Kanada, pada Ahad, 30 Agustus 2026. Di hadapan lebih dari 500 penonton, para remaja yang tumbuh di Ottawa memperlihatkan kepiawaian dalam gerakan cepat, tepukan tangan dan dada, serta pergantian formasi yang memerlukan sinkronisasi tinggi, memicu tepuk tangan panjang dari penonton—termasuk warga Kanada. Penampilan selama 12 menit itu menjadi penutup Panggung Merdeka & Bazaar yang diselenggarakan KBRI Ottawa, sekaligus membuktikan bahwa warisan budaya Nusantara tetap hidup meski diwariskan lintas benua. Tari Saman, yang berasal dari Gayo, Aceh, dan ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2011, menjadi simbol kuat identitas keindonesiaan di tengah masyarakat multikultural Kanada.
Selain Tari Saman, berbagai kesenian Nusantara yang juga terdaftar sebagai warisan UNESCO tampil dalam acara, seperti gamelan Bali, angklung, dan kolintang. Yang menarik, grup gamelan Bali Semara Winangun yang tampil mayoritas terdiri dari warga negara Kanada, yang secara konsisten memperkenalkan budaya Bali sejak bertahun-tahun lalu. Kelompok ini bahkan menerima penghargaan kebudayaan dari KBRI Ottawa dan Anugerah Kebudayaan Indonesia dari Menteri Kebudayaan pada 2025. Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, menekankan bahwa keberagaman seni dalam acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan upaya strategis menjaga warisan budaya dan memperkuat persatuan melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Acara yang berlangsung lebih dari tiga jam itu juga menampilkan Tari Topeng Keras, Tari Anging Mammiri, Tari Zapin, Tari Pendet, Tari Giring-Giring, serta penampilan band keroncong dari Montreal dan band HRPMKLM KBRI Ottawa. Penonton diajak berpartisipasi dalam tari interaktif “Kicau Mania”, sementara anak-anak diaspora usia TK hingga SD menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”. Kuis untuk anak-anak dan dewasa, serta pengumuman pemenang lomba catur dan tenis meja yang berlangsung sejak awal Agustus, menambah semarak suasana.
Di samping panggung seni, bazar kuliner Nusantara yang dikelola diaspora menjadi magnet utama bagi pengunjung. Beragam makanan dan minuman khas Indonesia menjadi jembatan sederhana namun efektif untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada masyarakat Kanada. Muhsin berharap pengalaman ini mendorong para pengunjung untuk mengunjungi langsung Tanah Air.
Panggung Merdeka & Bazaar menjadi penutup rangkaian perayaan HUT RI ke-81 yang dimulai sejak 8 Agustus 2026, termasuk Fun Walk & Games, lomba, dan Upacara Detik-Detik Proklamasi pada 17 Agustus yang diikuti sekitar 200 peserta. Perayaan ini berlangsung menjelang momentum penting: pada 2027, Indonesia dan Kanada akan memperingati 75 tahun hubungan diplomatik. KBRI Ottawa menilai, diplomasi budaya dan keterlibatan masyarakat—dari seni hingga kuliner—menjadi fondasi kuat yang memperdalam kemitraan kedua negara, terutama melalui generasi muda yang menjadi penghubung alami antarbangsa.















