Sumbawanews.com,- Petinju kelas berat legendaris Tyson Fury mengumumkan rencana kembali bertanding di Dublin pada 1 Agustus 2026, seminggu setelah Anthony Joshua menjalani laga comeback-nya. Keduanya sedang menuju pertemuan spektakuler yang telah lama dinantikan para penggemar—“Battle of Britain”—yang kemungkinan besar akan berlangsung pada November mendatang. Namun, sebelum saling berhadapan, masing-masing petinju akan menjalani laga pemanasan terlebih dahulu.
Joshua akan menghadapi petinju asal Albania, Kristian Prenga, di Riyadh pada 25 Juli. Ini menjadi pertarungan pertamanya sejak kecelakaan mobil mengerikan di Nigeria pada Desember 2025 yang menewaskan dua sahabat dekatnya. Sementara itu, Fury, yang baru saja kembali dari masa pensiun selama 16 bulan, memperlihatkan kesiapannya lewat video latihan di Thailand, dengan keterangan di Instagram: “Mari kita pergi, 1 Agustus, Dublin, Irlandia.”
Laga di Dublin kemungkinan besar akan diselenggarakan di bawah promotor berpengalaman Frank Warren, yang saat ini sedang menyusun kartu pertandingan untuk tanggal tersebut. Meski lawan Fury belum diumumkan, Warren secara tegas menepis spekulasi bahwa Fury akan menghadapi Andy Ruiz Jr.—petinju yang pernah mengalahkan Joshua pada 2019 sebelum kehilangan gelar dalam rematch tahun yang sama.
Fury kembali ke ring pada April 2026 dengan kemenangan mutlak atas Arslanbek Makhmudov dari Rusia melalui keputusan hakim. Setelah laga itu, ia langsung menantang Joshua yang hadir di tribun. Namun, bukan pertarungan fisik yang terjadi, melainkan perang kata-kata: Joshua menantang Fury dengan pernyataan provocatif, “Saya tuan rumah. Ingat itu. Kamu bekerja untukku.”
Promotor Joshua, Eddie Hearn, kemudian mengonfirmasi bahwa pertemuan antara dua legenda itu bukan sekadar wacana. “Sudah ditandatangani, disegel, dan dikirim! AJ lawan Fury sudah pasti,” ujarnya.
Dengan kedua petinju kembali aktif dan jalur pertarungan semakin jelas, dunia tinju kini menanti momen bersejarah yang bisa mengukir ulang sejarah kelas berat—bukan hanya sebagai pertandingan, tapi sebagai peristiwa budaya yang menggabungkan kebanggaan, dendam, dan kejayaan masa lalu.















