Sumbawanews.com,- Ancaman terbesar bagi Taiwan dalam konflik dengan Tiongkok bukanlah pendaratan pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), melainkan kegagalan sistem infrastruktur dalam negeri. Jika jaringan listrik, komunikasi, logistik, dan pusat komando militer terputus secara bersamaan, pulau itu bisa lumpuh bahkan sebelum serangan fisik dimulai. Simulasi latihan perang Han Kuang pada Agustus 2026 menunjukkan bagaimana pemerintah Taiwan sengaja membatasi akses internet seluler di beberapa wilayah untuk menguji ketahanan sipil di tengah krisis komunikasi. Strategi pertahanan yang selama ini mengandalkan porcupine strategy—dengan senjata asimetris seperti rudal Harpoon, HIMARS, sistem Patriot, dan drone—dinilai belum cukup tanpa dukungan infrastruktur sipil yang tangguh. Berbeda dengan Ukraina yang masih memiliki akses darat ke negara-negara NATO, Taiwan terisolasi oleh 100 mil perairan terbuka, sehingga blokade laut dan udara oleh Tiongkok berpotensi memutus seluruh rantai pasokan dan komunikasi. Diplomasi AS yang semakin erat dengan Taipei, termasuk kerja sama teknologi tinggi, tidak menghapus kenyataan geografis bahwa pulau ini tidak memiliki jalur evakuasi atau suplai darat.















