Home Berita Internasional AS-Iran Tunda Perundingan Damai Usai Serangan Israel di Lebanon

AS-Iran Tunda Perundingan Damai Usai Serangan Israel di Lebanon

Sumbawanews.com,- Perundingan teknis antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Burgenstock, Swiss, ditunda menyusul serangan militer Israel yang meluas di Lebanon Selatan. Kedua pihak, yang baru saja menandatangani nota kesepahaman digital berisi 14 poin untuk meredakan ketegangan, kini terhenti di ambang implementasi akibat eskalasi kekerasan yang memperumit dinamika diplomasi kawasan.

Kementerian Luar Negeri Swiss mengonfirmasi penundaan pembicaraan yang melibatkan juga Qatar dan Pakistan sebagai mediator. “Pembicaraan yang direncanakan telah ditunda,” demikian pernyataan resmi Swiss, Jumat, 19 Juni 2026. Namun, negara netral itu menegaskan tetap siap memfasilitasi dialog kapan pun kondisi memungkinkan—persiapan logistik di lokasi masih berjalan.

Penundaan ini langsung terkait dengan serangan udara dan darat Israel di wilayah perbatasan Lebanon yang berlangsung sejak Kamis malam. Operasi militer yang menewaskan sedikitnya 16 orang itu memicu kemarahan Teheran. Iran, yang mendukung kelompok Hizbullah di Lebanon, menuntut penarikan pasukan Israel dari zona keamanan yang kini diduduki—tuntutan yang tidak termasuk dalam kesepakatan AS-Iran, namun menjadi prasyarat politik bagi Teheran untuk melanjutkan negosiasi.

Wakil Presiden AS JD Vance, yang semula dijadwalkan memimpin delegasi Washington, membatalkan perjalanan ke Swiss. Gedung Putih menyatakan bahwa meski komitmen terhadap proses damai tetap kuat, “logistik negosiasi ini tidak pernah sederhana ataupun dapat diprediksi.” Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga membatalkan kunjungannya, mengindikasikan bahwa ketidakpastian keamanan telah menggoyahkan partisipasi semua pihak.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon Selatan “selama kebutuhan keamanan Israel mengharuskannya.” Pernyataan itu memperjelas bahwa Israel, meski bukan pihak dalam kesepakatan AS-Iran, tetap menjadi faktor penentu yang tak bisa diabaikan dalam proses perdamaian regional.

Kesepakatan 14 poin yang ditandatangani secara digital pada Rabu lalu mencakup pembahasan program nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, dan jaminan keamanan di kawasan. Namun, dengan serangan militer yang berlanjut dan kepercayaan yang rapuh, langkah selanjutnya kini bergantung pada kemampuan para mediator—Swiss, Qatar, dan Pakistan—untuk menenangkan situasi di Lebanon sebelum diplomasi bisa kembali bergerak.

Penundaan ini bukan sekadar gangguan teknis. Ia adalah pengingat bahwa perdamaian di Timur Tengah tidak bisa dipisahkan dari dinamika konflik yang melibatkan aktor-aktor non-pihak utama—dan bahwa setiap tembakan di Lebanon bisa menggagalkan setiap perjanjian di Swiss.

Previous articleTokoh Agama Dunia Sepakati Pemberdayaan Pemuda dan Pengawasan AI
Next articleAS-Iran Capai Kesepakatan Damai, Teheran Raih Kemenangan Strategis
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.