Sumbawanews.com,- CEO NVIDIA Jensen Huang menolak tudingan bahwa praktik distilasi model kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan Amerika Serikat oleh pihak China merupakan pencurian kekayaan intelektual. Ia menegaskan, menguji dan mempelajari produk pesaing adalah bagian wajar dari kompetisi industri teknologi. Huang menyatakan hal ini dalam wawancara dengan CNBC pada Senin, 28 September 2026, menanggapi ancaman sanksi dari pemerintah AS yang menuduh enam pengembang AI China—termasuk Alibaba dan DeepSeek—melakukan kampanye distilasi pengetahuan berskala industri. Lembaga keamanan nasional AS, termasuk NSA, FBI, dan CISA, mendukung tuduhan itu sebagai ancaman keamanan nasional. Huang mengakui bahwa Nvidia sendiri juga sering menjadi sasaran analisis teknis oleh pesaing yang membeli perangkat kerasnya, membongkar, dan mempelajarinya. Ia menekankan bahwa jika perusahaan tidak ingin produknya digunakan secara tertentu, solusinya adalah memperketat kontrol akses, bukan menuduh pencurian. Pernyataan Huang bertentangan dengan sikap Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang pada Juli lalu menyatakan pemerintah AS memiliki bukti model AI Amerika digunakan tanpa izin di sistem China dan membuka kemungkinan penerapan sanksi.















