Sumbawanews.com,- Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan bahwa 21.500 anak tewas akibat serangan militer Israel di Jalur Gaza sejak operasi dimulai pada Oktober 2023. Selain itu, 1.244 dari 1.275 masjid di wilayah tersebut menjadi sasaran, dengan 1.077 di antaranya hancur total. Pernyataan itu dirilis pada Senin, di mana GMO menuduh Israel melakukan kejahatan terorganisasi terhadap warga sipil, termasuk penargetan sistematis terhadap anak-anak dan tempat ibadah, meski telah ada seruan internasional untuk menghentikan agresi. Kantor tersebut mengecam tindakan itu sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan menyebutnya sebagai genosida.















