Sumbawa Besar, sumbawanews.com – DPRD Sumbawa menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Lintas Komisi I, Komisi II dan Komisi III, terkait Pengamanan dan Pemanfaatan Aset Daerah, di Komisi I DPRD Sumbawa, Kamis (28/08).
Ketua Komisi I, Muhammad Faizal menyatakan, pengamanan dan pemanfaatan aset, harus dimaksimalkan. Sebab daerah tidak dapat terus bergantung dan berharap dengan transfer dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Komisi IV RDP Kisruh Soal Izin dan Karyawan Koperasi TSM
“Kita tidak bisa berharap banyak dengan dana transfer. Karena itu tidak bisa diutak-atik. Sehingga potensi daerah musti dioptimalkan untuk mendongkrak PAD,” jelas Wakil Ketua Fraksi Gerindra itu.
Ketua Komisi III DPRD Sumbawa, Saifullah menekankan, saat ini dana transfer dari pemerintah pusat mengalami pengurangan. Bahkan untuk tahun depan, juga berpotensi terjadi pengurangan kembali.
Sementara, dalam visi-misi pemerintahan Jarot-Ansori menargetkan, PAD bertambah 50 persen selama 5 tahun. Sehingga penting dilakukan optimalisasi aset, aggar visi-misi pemerintahan Jarot-Ansori bisa terealisasi.
Ia mengusulkan, agar dibentuk tim khusus untuk menangani soal aset. Sehingga PAD bisa meningkat dari optimalisasi aset.
“Mungkin masih ada aset yang belum terdata, maka penting kolaborasi. apakah ada satgas, Ada tim Khsusu mengelola aset sehingga PAD bisa optimal,” kata politisi PKB itu.
Di tempat yang sama, M. Taufik, Anggota Komisi III DPRD Sumbawa menambahkan, pemerintah Daerah memiliki aset tanah yang banyak. Namun aset tersebut belum ter manfaatkan secara optimal untuk mendongkrak PAD.
Ia mencontohkan, aset tanah dan bangunan yang berada di Kecamatan Utan, sejak beberapa tahun lalu tidak termanfaatkan. Sehingga pemerintah daerah diminta untuk kreatif agar tidak ada lagi aset yang terbangkalai.
Selain itu, Politisi Partai Gelora tersebut juga mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan retribusi dari penjualan sarang baurung walet. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pembeli.
“Kalau kita tarik retribusi dari penjual, kan syukur-syukur kalau penjualnya jujur. Karena metode kita bertanya,” jelas dia, juga menjelaskan, saat ini terdapat ribuan bangunan sarang burung walet di Kabupaten Sumbawa.
Ia juga mempertanyakan hak pengelolaan eks kantor kelurahan pekat yang saat ini berada di tangan Yayasan. Padahal, masyarakat setempat dapat memanfaatkan aset tersebut untuk kepentingan sosial-kemasyarakatan di wilayah setempat. (Using)















