Sumbawanews.com,- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan penguatan tekanan internasional terhadap Rusia guna mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir lima tahun. Dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB ke-81 pada Rabu, 23 September 2026, ia menegaskan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin adalah satu-satunya penghalang bagi perdamaian, dan bahwa perang yang terus berlanjut justru memperluas dampaknya ke luar perbatasan Ukraina. Zelenskyy menyebut kerugian militer Rusia mencapai hampir 249.000 tentara tewas atau luka berat dalam delapan bulan pertama tahun ini, sementara wilayah yang dikuasai tetap minim.
Ia menyoroti keterlibatan pasukan Korea Utara yang bertempur bersama Rusia, yang menurutnya mendapat imbalan berupa peningkatan kemampuan rudal dan drone, sementara korban mereka pun tinggi. Zelenskyy memperingatkan bahwa ancaman Rusia kini meluas ke Moldova, Polandia, negara-negara Baltik, serta wilayah Kaukasus Selatan dan Asia Tengah. “Semakin besar keleluasaan Putin untuk bertindak, semakin berbahaya dunia bagi semua orang,” tegasnya.
Menurut Zelenskyy, sasaran utama bukanlah industri minyak Rusia, melainkan kemampuannya membiayai perang. Ia mendesak komunitas global untuk terus memberlakukan sanksi, membatasi perdagangan dengan Rusia, dan memperkuat dukungan pertahanan bagi Ukraina melalui produksi senjata bersama. Ia juga menekankan bahwa setiap dolar yang mengalir ke Rusia melalui perdagangan berarti memberi perang lebih banyak waktu.
Sebagai respons terhadap serangan ribuan rudal dan puluhan ribu drone—termasuk Shahed bertenaga jet—Ukraina telah meningkatkan produksi drone pencegat dan mengembangkan sistem pertahanan udara baru bersama mitra Eropa melalui inisiatif “Freya”. Zelenskyy menilai industri pertahanan Ukraina yang berkembang pesat bisa menjadi aset keamanan global, terutama dalam teknologi drone dan sistem pertahanan terintegrasi. Ia menutup pidatonya dengan peringatan keras: teknologi militer dan kecerdasan buatan akan membuat konflik masa depan jauh lebih mematikan. “Pasien nol harus dihentikan,” ujarnya. “Batasi ruang geraknya, batasi uangnya, batasi perangnya.”















