Sumbawanews.com,- Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan kesehatan jantung, setelah membawa reformasi menyeluruh di tubuh BGN dan tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pernyataan pribadinya, ia meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan mundurnya demi kelancaran pengobatan di luar negeri. Meski belum genap dua bulan menjabat, Nanik telah mengganti lima pejabat eselon satu dari lima kementerian dan lembaga, membentuk 11 tim reformasi, serta mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan program MBG berjalan tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.
Ia menemukan 414 SPPG bermasalah yang menyebabkan ratusan miliar rupiah dikembalikan ke kas negara, serta mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu dan menghentikan ekspansi di wilayah yang sudah jenuh. Nanik juga memperjelas fokus MBG pada tiga kelompok utama—Balita, Busui, dan Bumil—serta siswa SD-SMP di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), dengan membentuk tim khusus untuk memastikan akses pelayanan gizi merata. Ia menegaskan, MBG bukan program politis, karena penerima manfaatnya adalah anak-anak yang belum bisa memilih pada pemilu 2029.
Nanik menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh pihak untuk mendukung MBG demi masa depan gizi anak-anak Indonesia dan penguatan ekonomi lokal. “Mari kita dukung program MBG, Bismillah ini akan membawa kebaikan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah,” ujarnya.















