Sumbawanews.com,- Kapuspen TNI Mayjen TNI Hariyanto mengonfirmasi bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih menyandera sejumlah warga sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Para korban, termasuk sembilan wanita dan anak-anak, belum dilepaskan hingga kini. TNI menolak tegas tuduhan KKB yang mengklaim para sandera sebagai mata-mata aparat, menyebut pernyataan itu hanya strategi teror untuk menakut-nakuti masyarakat. Hariyanto menegaskan, para korban adalah warga biasa yang mencari nafkah dan bahkan turut mendukung perekonomian lokal.
Ia menambahkan, klaim KKB yang selalu mengaitkan korban dengan intelijen TNI merupakan pola berulang yang sengaja dibangun untuk mengintimidasi publik. Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan para korban bukan anggota aparat, melainkan warga sipil yang tidak bersalah. Konflik bersenjata di Papua juga terus meningkat, dengan sejumlah warga sipil tewas ditembak oleh kelompok separatis tersebut.
Prajurit TNI di Papua, lanjut Hariyanto, tetap menjalankan operasi pengejaran terhadap anggota KKB dengan intensitas yang semakin ditingkatkan.















