Sumbawanews.com,- Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk mendorong terwujudnya kepemimpinan perempuan yang transformatif di pemerintahan daerah, dengan menekankan pentingnya riset, kebijakan berbasis data, dan peningkatan kapasitas untuk mencapai kesetaraan gender menuju Indonesia Emas 2045. Pernyataan itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Women’s Leadership Forum 2026 bertema “Breaking Barriers, Building Impact” di Kantor Lembaga Administrasi Negara, Jakarta, Senin (27/7/2026). Ribka menegaskan, transformasi kepemimpinan perempuan sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden yang menekankan penguatan sumber daya manusia melalui kesetaraan kesempatan. Ia menuturkan, meski jumlah perempuan yang memimpin daerah sudah signifikan—dari 552 kabupaten/kota dan provinsi—tantangan utama bukan hanya pada kuantitas, tetapi pada pemerataan distribusi kewenangan di jabatan strategis. Untuk itu, ia meminta lembaga penelitian seperti BRIN dan LAN menghasilkan kajian mendalam yang bisa menjadi dasar kebijakan afirmatif dari Kemendagri, Kemen PANRB, dan Kemen PPPA, sekaligus memperkuat implementasi regulasi yang efektif. “Kita ingin menaikkan kuantitasnya, tetapi kualitasnya juga kita perbaiki,” tegasnya.















