Sumbawanews.com,- Di tengah gemuruh Piala Dunia 2026 di mana Brasil tampil dominan di fase grup, Vinicius Jr menyulut perhatian bukan hanya karena empat gol dan satu assist, tapi karena sebuah taruhan pribadi yang berhasil ia tebus — dengan sundulan.
Pada laga kontra Skotlandia, Jumat (25/6) malam, pemain sayap Real Madrid itu menyambut umpan dari Guimaraes dengan tandukan akurat yang menghujam jaring. Gol itu bukan sekadar penentu kemenangan 3-1 bagi Tim Samba, tapi juga bukti bahwa ia memenuhi janji kepada pelatihnya, Carlo Ancelotti.
“Saya bilang ke dia, ‘Kalau saya bisa cetak gol lewat sundulan, kasih hadiah, ya?’” ujar Vinicius usai laga, tertawa ringan. “Dia jawab, ‘Coba dulu, nanti kita lihat.’ Sekarang, saya menunggu hadiahnya.”
Ancelotti, yang pernah membentuk Vinicius menjadi salah satu pemain paling mematikan di Eropa saat menangani Real Madrid, tak menampik kegembiraannya. “Saya tidak kaget. Dia sudah lama punya kemampuan itu — hanya saja, jarang dipakai di level tertinggi,” kata pelatih berusia 65 tahun itu, sambil tersenyum. “Vini bukan sekadar cepat atau lincah. Dia pemain lengkap. Saya hanya memberi ruang. Dia yang mengubahnya jadi legenda.”
Di bawah kendali Ancelotti, Vinicius — kini berusia 25 tahun — tampil sebagai mesin ofensif yang tak bisa dihentikan. Tiga gelar Man of the Match berturut-turut di fase grup menjadi bukti nyata perannya yang krusial. Di luar statistik, ia menjadi simbol kebangkitan generasi muda Brasil yang dipadukan dengan kedamaian dan kebijaksanaan para senior di ruang ganti.
Brasil sendiri unggul di Grup C dengan tujuh poin dari tiga pertandingan, menyusul kemenangan atas Haiti (4-0), Maroko (1-0), dan Skotlandia (3-1). Dengan tiga gol dari Vinicius dan dua dari Rodrygo, serangan Selecao kini terasa lebih dinamis, lebih mematikan, dan jauh dari bayang-bayang Neymar yang absen karena cedera.
Ancelotti, yang kembali memimpin tim nasional setelah sukses besar di klub, menegaskan: “Saya tidak membuat Vini jadi pemain hebat. Saya hanya percaya padanya — dan dia membuktikan bahwa kepercayaan itu tidak pernah salah.”
Sementara itu, di balik candaan taruhan itu, ada satu pesan yang lebih dalam: di tengah tekanan Piala Dunia, kadang yang paling berarti bukan hanya gol, tapi kepercayaan yang dijaga, dan janji yang ditepati.
Vinicius Jr mungkin belum menerima hadiahnya. Tapi bagi para penggemar, ia sudah mendapat hadiah terbesar: menjadi bintang yang tak hanya menaklukkan lawan, tapi juga memenangkan hati pelatihnya.














