Sumbawanews.com,- Dua gempa dahsyat dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026, memicu rangkaian bencana seismik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hingga Sabtu, 27 Juni 2026, telah tercatat 302 gempa susulan yang mengguncang wilayah itu, menurut pernyataan resmi Ketua Majelis Nasional Jorge Rodríguez.
Gelombang gempa beruntun ini terjadi di sepanjang tiga garis patahan geologis utama di negara itu, memperparah kerusakan yang sudah ditimbulkan oleh gempa awal. Kota Caracas dan sekitarnya menjadi pusat bencana, dengan hampir 400 bangunan hunian hancur, infrastruktur kritis rusak, dan bandara utama terpaksa ditutup sementara.
Jumlah korban tewas terus meningkat, mencapai 920 orang, sementara 3.360 lainnya mengalami luka-luka. Tim penyelamat masih berjuang di antara puing-puing bangunan yang runtuh, sementara warga berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka akibat ketakutan akan gempa susulan baru.
Rodríguez dalam pidato kenegaraannya menekankan pentingnya ketenangan dan kepatuhan terhadap instruksi resmi. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai informasi palsu, termasuk kabar hoaks tentang ancaman tsunami yang sempat menyebar luas di media sosial dan mempersulit upaya evakuasi.
Di tengah krisis ini, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa atas bencana yang melanda Venezuela. Moskow menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan kemanusiaan, meski belum dijelaskan secara rinci bentuk dan skala bantuan yang akan diberikan.
Kondisi di Venezuela kini semakin genting. Listrik dan komunikasi masih terputus di banyak wilayah, sementara pasokan air bersih dan obat-obatan mulai menipis. Pemerintah mengaku kesulitan mengoordinasikan respons darurat akibat kerusakan infrastruktur dan keterbatasan sumber daya.
Dengan gempa susulan yang masih terus terjadi, para ahli geologi memperingatkan bahwa zona gempa ini mungkin akan tetap aktif dalam beberapa minggu ke depan. Masyarakat diminta tetap waspada, meski pemerintah berjanji akan terus memantau aktivitas seismik secara real-time.















