Home Berita Nasional Valbury Tekan Biaya Trading, Spread EUR/USD Jadi 0,2 Pip

Valbury Tekan Biaya Trading, Spread EUR/USD Jadi 0,2 Pip

Sumbawanews.com,- PT Valbury Asia Futures mengguncang pasar trading ritel Indonesia dengan memangkas spread transaksi hingga 85% di seluruh instrumen utama, termasuk pasangan mata uang EUR/USD yang kini bisa diperdagangkan dengan spread mulai 0,2 pip. Langkah ini dinilai sebagai yang paling agresif dalam sejarah broker berlisensi OJK di Tanah Air.

Sebelumnya, trader dengan akun Vega—yang umum digunakan oleh pelaku transaksi volume tinggi—harus membayar spread hingga 1,4 pip untuk EUR/USD. Dengan asumsi 10 transaksi per hari dan satu lot standar, biaya spread harian mencapai Rp287.000, atau lebih dari Rp7,4 juta per bulan. Kini, dengan spread baru, biaya itu anjlok menjadi sekitar Rp1,1 juta per bulan. Selisihnya—lebih dari Rp6 juta per bulan—langsung kembali ke kantong trader.

Perubahan ini berlaku menyeluruh di tiga jenis akun Valbury: Alpha untuk pemula, Sirius untuk trader aktif, dan Vega untuk profesional. Penurunan paling signifikan terjadi pada akun Vega, yang selama ini menjadi andalan para scalper dan day trader. Bagi mereka yang membuka dan menutup posisi puluhan kali sehari, penghematan ini bukan sekadar angka—ia adalah nyawa strategi trading.

Valbury menegaskan bahwa keputusan ini bukan sekadar respons pasar, tapi bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkecil kesenjangan antara trader ritel dan institusi. Spread 0,2 pip di EUR/USD—yang sebelumnya hanya dinikmati oleh hedge fund dan bank global—kini tersedia untuk siapa pun yang memiliki akun di platform Valbury.

Analisis menunjukkan, penurunan biaya ini membuka kembali peluang strategi yang sebelumnya tak layak secara ekonomi. Scalping jangka pendek, yang sering terkikis oleh spread tinggi, kini kembali menjadi pilihan viable. Bahkan swing trading dan arbitrase kecil-kecilan pun menjadi lebih menarik.

Dalam konteks pasar global yang kian volatil—di mana pergerakan harga bisa menembus level mingguan hanya dalam hitungan jam—biaya transaksi yang efisien bukan lagi keunggulan kompetitif, tapi kebutuhan mutlak. Valbury, yang telah beroperasi lebih dari dua dekade di bawah pengawasan ketat OJK dan Bursa Berjangka Jakarta, berharap langkah ini menjadi pemicu industri untuk mengikuti tren transparansi biaya.

Kebijakan ini juga mengirim sinyal tegas: era biaya tersembunyi yang menggerogoti keuntungan trader ritel telah berakhir. Di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian global, setiap pip yang hemat adalah peluang yang kembali direbut. Dan bagi jutaan trader Indonesia, itu bukan sekadar angka—itu adalah harapan yang dihitung pip per pip.

Previous articleTrump dan Iran Sepakat Akhiri Konflik di Versailles
Next articleIndonesia Buka Kualifikasi MLBB Asian Games 2026 Lawan Laos
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.