Sumbawanews.com,- Pada 15 Juli 2006, aplikasi Twitter resmi diluncurkan ke publik sebagai layanan pesan singkat yang awalnya bernama Twttr. Diluncurkan oleh perusahaan Odeo asal San Francisco, Amerika Serikat, platform ini bermula sebagai proyek sampingan di luar bisnis utama perusahaan yang berfokus pada podcasting. Pengguna dapat mengirimkan status berupa teks ke nomor 40404, dengan batas 140 karakter yang ditetapkan berdasarkan kapasitas pesan SMS saat itu. Logo pertamanya berwarna biru, sebelum berubah menjadi ikon burung yang kini terkenal.
Konsep Twitter lahir dari ide insinyur Odeo, Jack Dorsey, yang menawarkan solusi berbagi pembaruan status melalui SMS kepada kelompok kecil. Prototipe pertama berhasil diuji pada Maret 2006, dan tweet pertama dikirim oleh Dorsey dengan akun @Jack pada 21 Maret 2006. Nama “Twitter” diadopsi setelah mempertimbangkan beberapa opsi lain, terinspirasi oleh suara burung. Pada musim gugur 2006, pendiri Odeo, Evan Williams, membeli saham investor, mengganti nama perusahaan menjadi Obvious Corporation, dan menghapus peran Noah Glass dari tim inti.
Dalam enam bulan setelah peluncuran, Twttr berganti nama menjadi Twitter. Popularitasnya meledak saat konferensi South by Southwest di Austin, Texas, pada Maret 2007, dengan lebih dari 60.000 tweet dikirim per hari. Pada 2013, Twitter mencatat 200 juta pengguna aktif dan bernilai lebih dari 31 miliar dolar AS saat go public. Platform ini menjadi alat komunikasi politik penting setelah Donald Trump, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, aktif menggunakannya selama kampanye dan masa pemerintahannya.















